Pasca PON, BPJS Tenaga Kerja di Bali Perjuangkan 16 Ribu Atlit Sebagai Pesertanya

    


Ketua KONI Bali I Ketut Suwandi usai pertemuan dengan pihak BPJS Tenaga Kerja - foto: Yang Daulaka

KORANJURI.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali kini tengah intens memperjuangkan apa yang seharusnya didapat para atlit usai berjuang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua.

Selain bonus yang masih dinanti dari Pemerintah Provinsi (Pemprov Bali), masalah kesehatan, keselamatan dan kenyamanan atlit juga menjadi faktor penting yang wajib dipenuhi KONI Bali dalam melaksanakan program pembinaannya.

Resiko para atlit di medan laga untuk menggapai prestasi memang tak lepas dari cidera, bahkan kecelakaan yang tidak disengaja.

“Keselamatan atlet menjadi harga mati. Maka dari itu, dalam  menjaganya perlu proteksi berupa jaminan kesehatan. Sebagai contoh, pada saat berangkat menuju PON Papua waktu lalu, seluruh atlet Pelatda sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, kami sangat bersyukur, karena hal tersebut mampu memberikan keamanan dan kenyaman bagi atlet, pelatih dan seluruh official,” ujar Ketut Suwandi.

Lanjut Suwandi, jika kedepannya, KONI Bali akan mempertimbangkan lanjutan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, dirinya berharap ada kerjasama dan harus sinergis dengan seluruh KONI Kabupaten dan Kota agar bisa mengakomodir seluruh atlet Bali yang jumlahnya mencapai 16 ribu lebih.

“Orang yang ingin kita orbitkan harus kita berikan rasa aman dan nyaman. Kita asuransikan atau berikan jaminan berupa Jamsostek Tenaga Kerja. Itu biayanya relatif murah dengan manfaat yang cukup besar. Tapi untuk mengakomodirnya kita harus memilih atlet mana saja yang bisa dibiayai karena sekarang saja atlet yang terdaftar di kami jumlahnya itu mencapai 16 ribu atlet”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bali-Denpasar Opik Taufik mengatakan atlet memiliki resiko cidera, sehingga bila hal itu terjadi maka pengobatan yang dijalani akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh.

“Kami akan mengobati dan memberikan perawatan bagi mereka sampai sembuh, tidak ada batas plafon biayanya. Kami harapkan kerjasama ini tidak hanya terbatas di evnet tertetntu, tetapi sepanjang mereka jadi atlet. Saat mereka latihan, mengikuti event, mereka juga bis atercover BPJS Ketenagakerjaan,_ ujarnya.

Opik Taufik mengatakan kemudahan pelayanan yang ditawarkan adalah biaya pengobatan tanpa batas sampai sembuh. Ada dua program yang diikuti atlet yakni jaminan kecelakaan kerja ketika mereka sedang menjalani latihan atau  pertandingan, dan pertanggungan kematian yang nilainya mencapai 42 juta rupiah. 

Kedua manfaat tersebut didapat dengan anguran premi 16 ribu 800 rupiah setiap bulannya. Khusus atlet PON, premi tersebut telah dibayarkan KONI Bali memlaui dana hibah, sementara untuk ribuan atlet Bali yang terdaftar di KONI Bali juga akan diupayakan memiliki pertanggungan tersebut bersinergi dengan KONI Kabupaten/kota untuk pembiayaan premi atlet. (Yan Daulaka)