Nilai UN Tak Tentukan Kelulusan, SMP Sapta Andika Tetap Maksimalkan Tryout

    

I Wayan Sutarjana - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

I Wayan Sutarjana – foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tryout tetap menjadi senjata utama dalam persiapan ujian nasional untuk siswa tingkat menengah pertama maupun SMU/SMK. Tahun ini, tryout oleh pemerintah hanya diadakan oleh Pemerintah Kota Denpasar saja. Sedangkan Disdikpora Provinsi Bali tidak mengadakan uji simulasi Ujian Nasional.

Di SMP Sapta Andika Denpasar, kesempatan uji latih UN diimbangi dengan melaksanakan tryout internal yang diadakan oleh sekolah. Kepala SMP Sapta Andika, I Wayan Sutarjana mengungkapkan, liburan pra Galungan dan Kuningan dimanfaatkan untuk menggelar uji latih soal-soal UN tingkat internal sekolah.

“Selain sekolah juga mengadakan, kami mengikuti tryout dari kota Denpasar pada 24-25 Februari nanti. Selebihnya Maret kita adakan lagi sekali dan itu sudah cukup memadai,” ujar Sutarjana.

Secara teknis materi, sejak Januari sekolah tersebut sudah memberikan tambahan pelajaran untuk siswanya di hari minggu. Empat jam pelajaran setiap hari Ahad difokuskan untuk membahas mata pelajaran yang diujinasionalkan.

Dengan demikian siswa semakin percaya diri dengan kemampuan dan terbiasa mengerjakan soal menggunakan paper based test (PBT). Mengingat, untuk UN sekarang SMP Sapta Andika belum memutuskan untuk berlaih dari ujian nasional tulis menjadi ujian nasional komputer.

“Itu masih lama, tapi saya menginginkan untuk segera mengikuti UNBK. Ini untuk kemajuan pendidikan di sekolah kami,” jelas Sutarjana demikian.

Diluar itu, pihaknya terus memotifasi siswa untuk menyiapkan diri mengikuti ujian nasional. Kendati nilai UN yang dihasilkan siswa tidak semata-mata menentukan kelulusan. Disitulah, menurut Sutarjana, sekolah memiliki tugas berat agar siswa tetap menyiapkan diri sebaik-baiknya menjelang pelaksanaan UN.

Menurutnya, salah satu indikasi majunya pendidikan di sekolah adalah tamatannya terserap di sekolah lanjutan yang berkualitas. Tanggungjawab sekolah, kata Sutarjana, sebenarnya berat dengan meluluskan siswa yang tidak sewajibnya lolos ujian nasional.

“Tugas sekolah memotifasi siswa untuk meningkatkan belajar, tidak sekedar lulus tapi juga dengan nilai baik untuk mendapatkan sekolah lanjutan berkualitas,” jelas Wayan Sutarjana.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMP Sapta Andika saat ini tengah membangun gedung baru sebagai tambahan RKB. Dengan berdirinya gedung tersebut, diharapkan siswa tidak lagi mengikuti mata aktifitas pendidikan dalam dua shift.
 
 
way



    





News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas