Motor Listrik Gesit Bali Pakai Warna Tridatu

    


Penampilan motor Gesit Bali, motor listrik berbasis baterai - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Motor Gesit Bali yang akan segera mengaspal di Pulau Dewata bakal menggunakan tiga warna yakni, merah, putih dan hitam. Warna itu menurut Gubernur Wayan Koster melambangkan Tridatu.

“Ini sudah bukan wacana lagi, tapi sudah ada barangnya, Bali sangat cocok dan masyarakatnya mendukung,” jelas Gubernur di Jaya Sabha, Selasa, 12 November 2019.

Motor Listrik itu diproduksi oleh PT Wika Industri Manufacture. Target produksinya sebanyak 30 ribu unit per tahun. Secara perlahan, Bali mulai menerapkan konversi sepeda motor berbahan fosil menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.

Kebijakan itu tertuang dalam Pergub Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai yang resmi dirilis di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Selasa, 12 November 2019.

Secara bertahap pula, motor listrik itu akan digunakan sebagai kendaraan resmi di instansi pemerintahan dan zona tertentu.

“Zona tertentu misalnya di Sanur, Ubud, dan Kuta. Nusa Penida sudah siap, pak Bupati akan menerapkan ini di kawasan Nusa Penida,” kata Koster.

Menurutnya, motor listrik yang akan digunakan nantinya sangat ramah lingkungan dan efisien dalam segi biaya operasional ketimbang menggunakan BBM. Selain itu, biaya perawatannya juga murah. Hanya saja, dikatakan Koster, untuk harga masih berada di kisaran Rp 20 juta hingga Rp 22 juta.

“Hanya ini perlu persiapan infrastruktur untuk tempat cas baterai, dan PLN sudah siap membangun infrastruktur itu,” jelas Gubernur.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Nyoman Suwarjoni Astawa menyatakan kesiapannya membangun infrastruktur kendaraan listrik. PLN akan memberikan dukungan penuh gagasan Gubernur Bali Wayan Koster.

“PLN akan segera support dengan keluarnya Pergub ini, khusus kendaraan listrik, akan lebih banyak lokasi charger, sudah ada 127 titik di seluruh Bali,” kata Suwarjoni.

Industri perakitan motor listrik ini berlokasi di Kabupaten Jembrana dengan pembangunan mulai tahun 2020. Selain untuk Bali, produksinya juga akan dipasarkan di wilayah provinsi lain di Indonesia. (Way)