Misteri Pura Geger Dalem Pemutih, Penjaga Gaib di Sisi Selatan Bali

oleh
Pura Geger Dalem Pemutih berdiri di atas bukit - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pura Geger Dalem Pemutih yang berada di Desa Peminge, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini, termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat. Lokasinya berada di atas perbukitan dengan pemandangan laut lepas di Samudera Hindia.

Dengan panorama yang cantik, Pura di kaki bagian Selatan Pulau Bali ini disebut-sebut merupakan satu poros dengan Pura Agung Besakih yang berada di lambung Gunung Agung di sisi Utara dan Pura Penataran Ped, Nusa Penida, yang berada di sisi Timur.

Posisi Pura Geger ini, membentuk segitiga tegak lurus dengan puncak Gunung Agung dan daratan Pulau Nusa Penida.

Sebagai salah satu pura tua di Bali, dipercaya hampir semua perhelatan yang bersifat ritual keselamatan akan adanya musibah, dilakukan di pura Geger Dalem Pemutih ini. Waktu pelaksanaannya pun harus selalu tepat dan tidak boleh mundur atau maju.

“Ritual tercepat yang ada di sini periodenya 15 hari sekali dan terpanjang setiap 100 tahun sekali,” kata Pemangku di Pura Geger Dalem Pemutih Jro Mangku Made Sania beberapa waktu lalu.

Pura Geger Dalem Pemutih – foto: Koranjuri.com

Yang menarik dari ritual upacara di Pura Dalem Pemutih yakni, tidak boleh merubah hari pelaksanaannya. Jro Mangku Made Sania mengatakan, ada keyakinan kuat jika tidak tepat waktu pelaksanaan ritual maka akan terjadi bencana.

“Seperti terlihat, lokasi Pura ini berada tepat di ujung Selatan pulau Bali. Artinya, kita tidak tahu apa yang ada di tengah samudera sana, dan apa yang akan terjadi seandainya alam sudah murka,” terang Made Sania.

Lazim ditemui pura-pura di Bali yang berdiri berlatarbelakang tradisi masyarakat di sekitarnya. Seperti misalnya, Pura Rambut Siwi atau Bedugul yang dikelola para petani sebagai pemujaan kepada Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai Dewi Uma atau Dewi Sri.

Demikian halnya dengan keberadaan Pura Geger Dalem Pemutih yang dari semula sebagai tempat mohon kesejahteraan dan keselamatan.

Itu terbukti dari adanya satu bangunan suci yang berada di sisi timur, sebagai tempat Ida Batara Dalem Pamutih atau Ida Batara Dalem Segara. Gedong tersebut bertingkat tiga atau disebut dengan meru tumpang tiga.

Sebutan Dalem Pamutih ini cukup mewakili sifat Tuhan Yang Maha Suci, Maha Benar. Perwalian secara tradisi disimbolkan dengan warna putih atau artinya tiada ternoda. Siwa atau Iswara sebagai kekuatan tertinggi juga identik dengan warna putih.

Ritual Periode 100 Tahun

KORANJURI.com di Google News