Menanti Pemulangan Ribuan Artefak Budaya

oleh

KORANJURI.COM-Kabar pengembalian artefak budaya ribuan keris yang di simpan dii museum Belanda dua tahun silam, sampai detik ini belum pasti kapan hal itu akan dilakukan.

Padahal kabar tersebut santer di beritakan oleh media massa, pasca diplomasi budaya dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka dua tahun silam.

‘ Tidak tanggung tanggung artefak keris tersebut jumlahnya ribuan.’ Jelas Mpu Totok selaku Mpu Keris yang terus mengikuti perkembangan berita teraebut.

Rencana pengembalian ini juga di singgung dalam pertemuan sesi 13 negara komite pelestari budaya tak berbenda di Republik Mauritius, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekjen SNKI ( Sekretariat Nasional Keris Indonesia ) Basuki Teguh Yuwono dan Mpu Totok Brojodiningrat selaku ketua bidang tradisi SNKI.

” Salah satu artefak yang di simpan di museum Belanda adalah keris dapur Naga Siluman, milik Pangeran Diponegara ‘ Kata Mpu Totok Brojodiningrat dalam keteranganya.

Mpu Totok sebut, dalam catatan yang pernah dia baca, seseorang yang pernah melihat dan memegang keris Naga Siluman di Museum Belanda adalah Raden Saleh pada saat ia belajar di Eropa.

Perang Dipomegara atau yang kerap di sebut Perang Jawa bagi Belanda, adalah sejarah kelabu.

Puluhan ribu tentara mati, jutaan gulden di keluarkan untuk memburu Pangeran Diponegara dan para pembantunya.

Pasca tertangkapnya Pangeran Diponegara oleh tipu muslihat Belanda, keris Naga Siluman kemudian di rampas dan di serahkan kepada Kerajaan Belanda.

Pengembalian artefak budaya bagi Mpu Totok tidak hanya membuka sejarah baru dan membawa alur yang jelas sejarah Perang Jawa, tetapi di harapkan juga mampu menjadi edukasi terhadap budaya perkerisan Nusantara.

‘ Selama ini banyak fakta sejarah abu abu sehingga dengan adanya bukti bukti sejarah baru, ke abu abuan tersebut dapat di luruskan.’ pungkas MpuTotok Brojodiningrat dalam keteranganya./jk

KORANJURI.com di Google News