Mayat Wanita Dalam Kos Gegerkan Warga Purworejo

    


Petugas mengevakuasi mayat korban - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Warga Purworejo digegerkan dengan penemuan mayat wanita dalam kos-kosan, di Dukuh Pelahan Kidul RT 02 RW 01, Kelurahan Kledung Kradenan, Banyuurip, Jumat (04/12/2020) siang.

Korban, yang diketahui bernama Sudarti (38), warga Kesambi RT 01 RW 02 Desa Loano, Kecamatan Loano itu, pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh temannya, Makrufiyani, sekitar jam 14.00 WIB.

“Kita sudah lama nggak berkomunikasi. Terus saya sama teman-teman berniat datang menemuinya. Sampai sini (kos) udah bau, terus banyak lalat,” kata Makrufiyani teman sekaligus saksi mata.

Saksi yang curiga kemudian meminta warga sekaligus penjaga kontrakan untuk mendobrak pintu, karena pintu terkunci dari dalam. Begitu pintu terbuka, alangkah kagetnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Menurut Makrufiyani, terakhir korban bareng dirinya dan teman-temannya hari Sabtu (28/11/2020) kemarin. Tapi sejak Minggu (29/11/2020), korban sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Diperoleh keterangan dari warga sekitar, korban mengontrak di Dukuh Pelahan sejak 2019 lalu. Warga tidak mengira kalau korban ditemukan meninggal di dalam kamar.

“Kita tahunya mungkin korban sedang pergi, karena biasanya korban memang sering pergi,” ungkap Sudirjo, salah satu warga.

Kasus tersebut, kini sedang ditangani Satreskrim Polres Purworejo. Usai dievakuasi, jasad korban dibawa ke RS untuk menjalani otopsi.

Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Agil Widyas Sampurna membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Menurut Agil, untuk mengetahui penyebab kematian korban, harus melihat dari hasil forensik. Dari hasil olah TKP, tidak ada barang hilang. Dari keterangan warga,
korban tertutup dan kurang sosialisasi.

“Biasanya korban tinggal berdua dengan anaknya. Karena anaknya sekolah PJJ (pembelajaran jarak jauh), dia ikut kakak korban di Mirit. Korban memang asli Mirit, Kebumen,” pungkas Agil. (Jon)