Mampir di Stan BBTF Kota Solo, Sandiaga Dihadiahi Kalung Tolak Bala

oleh
Menparekraf Sandiaga Uno bersama pengurus cabang Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kota Surakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menparekraf Sandiaga Uno mendapatkan cinderamata replika Rajamala saat menyinggahi booth Kota Solo di event Bali Beyond Travel Fair (BBTF) Ke-10 di Nusa Dua, Bali, Jumat, 14 Juni 2024.

Replika Rajamala dibuat dalam bentuk kalung yang diberikan oleh Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Pengurus Cabang Surakarta Mirza Ananda.

Menurut Mirza, Rajamala merupakan maskot Kota Solo yang bermakna tolak bala. Rajamala adalah tokoh dalam kisah pewayangan yang berasal dari negara Wirotho.

Canthik Kyai Rajamala sendiri adalah benda pusaka milik Keraton Kasunanan Surakarta yang tersimpan di Museum Radya Pustaka Kota Solo. Canthik atau hiasan Kyai Rajamala dulunya digunakan untuk memperindah kepala perahu milik Raja Kasunanan Surakarta Pakubuwana V saat masih menjadi putra mahkota.

“Kita kasih pak Menteri sebagai sebuah simbol Kota Solo, Rajamala, penolak bala,” kata Mirza di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Jumat, 14 Juni 2024.

Dalam bursa perjalanan wisata BBTF, ASITA Pengurus Cabang Kota Surakarta untuk pertama kalinya terlibat dalam mempromosikan destinasi wisata.

Mirza mengatakan, saat ini sudah cukup banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan. Sebagai pusat budaya di Jawa Tengah, Kota Solo memiliki sejumlah heritage seperti Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Selain itu, renovasi dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta terhadap sejumlah heritage. Potensi kawasan wisata buatan itu menurut Mirza juga punya potensi besar untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ada Keraton Surakarta, Keraton Mangkunegaran, Pracima Tuin yang merupakan fine dining bernuansa Eropa klasik di dalam Pura Mangkunegaran, ada Solo Safari, Balekambang, ada Masjid Zayed,” jelas Mirza.

Selama dua hari mengikuti bursa perjalanan wisata di Bali, Mirza mengaku sejumlah calon pembeli merasa tertarik untuk melakukan kunjungan ke Solo. Mereka akan menjajaki kerjasama business to business (B2B) dengan melakukan fams trip terlebih dulu.

“Ternyata banyak yang belum tahu tentang Solo, tapi begitu kita kasih tahu, mereka amaze juga, paling tidak banyak yang mau datang fam trip dulu,” kata Mirza.

Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah mengembangkan wisata berbasis tradisi budaya yang moderen atau modern traditional city.

“Calon pembeli yang berkunjung ke booth kami tadi ada yang berasal dari Kamboja, Bahrain, Belanda, Thailand,” jelas Mirza. (Way)

KORANJURI.com di Google News