KOIN Realisasikan Isi Perdana Kandang

    


Penyerahan simbolis domba oleh Pembina KOIN, Reban Mirmorejo didampingi Kepala Cabang KOIN Purworejo, Moh Ali Rif'an dan Direktur Budidaya, drh Ismangil Antarusmara kepada ibunda Cahya, Sabtu (05/12/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – KOIN (Koperasi UMKM Indonesia) cabang Purworejo, akhirnya merealisasikan isi perdana kandang untuk mitra. Pengisian domba perdana ini, dilakukan di kandang milik Cahya, warga Karangwuluh, Kutoarjo, Sabtu (05/12/2020) sore.

Pengisian kandang diawali dengan acara selamatan dan doa bersama, yang dihadiri beberapa petinggi KOIN, serta sejumlah mitra KOIN dari beberapa wilayah. Secara simbolis, Pembina KOIN, Reban Mirmorejo didampingi Kepala Cabang KOIN Purworejo, Moh Ali Rif’an dan Direktur Budidaya, drh Ismangil Antarusmara, menyerahkan domba kepada ibunda Cahya.

Di sela-sela kegiatan, Ismangil menjelaskan, pengisian perdana domba tersebut dilakukan secara bertahap. Dari 8 kandang yang dimiliki Cahya, pertama diisi 2 kandang dulu, berisi 60 ekor domba.

“Hari ini kita memang sengaja untuk mengisi sedikit dulu. Tiga hari lagi, untuk kloter kedua kita isi satu truk, kemudian kita tingkatkan lagi. Sehingga kita sudah mahir dalam mengelola ketika domba itu turun dari kendaraan sampai ke kandang,” jelas Ismangil, yang memantau langsung proses pengisian.

Karena, ungkap Ismangil, ada dalam undang-undang kesejahteraan hewan, untuk tidak boleh menyia-nyiakan hewan tersebut. Bagaimana cara memperlakukannya sehingga hewan tidak stres dan nyaman masuk ke kandang .

Doa bersama dan selamatan pengisian perdana kandang mitra KOIN milik Cahya, warga Karangwuluh, Kutoarjo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Doa bersama dan selamatan pengisian perdana kandang mitra KOIN milik Cahya, warga Karangwuluh, Kutoarjo – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Kami harus berlatih, memang betul-betul dari sedikit dulu, agar mitra dan juga para PPL itu mengetahui ada peraturan tentang kesejahteraan hewan,” kata Ismangil.

Dijelaskan pula, pengisian perdana sempat mundur dari yang direncanakan, karena sempat ada kendala. Salah satunya, stok domba yang ada di Jawa Barat, ternyata membutuhkan perizinan, yang tidak serta merta bisa didapatkan, karena banyak komitmen yang belum dipenuhi .

“Sehingga mau tidak mau kita harus mencari di lokal Jawa Tengah dan itu butuh waktu,” terang Ismangil.

Kata Ismangil, yang difokuskan dalam isi kandang ini, pada berat badan. Domba yang masuk berusia muda, dengan berat antara 13-15 kg. Stok untuk pakan juga sudah siap.

Nantinya domba tersebut digemukkan dengan pertambahan berat badan 18 kg dalam jangka waktu 90 hari. Setelah 90 hari, domba siap dipanen.

“Untuk domba yang bagus, kita masukkan ke pembibitan. Kalau memang ini nanti proses pengolahan limbah bisa berjalan, kemudian hasilnya bagus, pembibitan akan segera jalan. Karena pembibitan tanpa pengolahan limbah, ROI nya (Return on Investment) akan lama,” jelas Ismangil.

Dalam prosesnya, menurut Ismangil, para mitra akan didampingi dua orang PPL (petugas penyuluh lapangan), untuk ikut membantu mitra mengingatkan tentang mencatat.

Karena pencatatan itu penting, dari pakan yang diberikan berapa kenaikannya. PPL harus audit, dan seminggu sekali harus ditimbang. Meski sifatnya sampel, pendampingan akan terus dilakukan, sampai mitra paham betul.

Ismangil berharap, pengisian perdana ini, menjadi awal dari satu langkah besar dan panjang dari KOIN dan masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya ekonomi mandiri, sehingga tidak ketinggalan dengan daerah lain.

“Secara bertahap, kita akan isi kandang-kandang lainnya,” ujar Ismangil.

Cahya, mitra KOIN yang kandangnya diisi perdana, mengaku sangat senang. Dirinya sudah lama menantikan kandangnya segera diisi.

“Pengisian kandang ini, sebagai bentuk keseriusan KOIN, bahwa program Ngingu Bareng ini tidak main-main. Para mitra tinggal tunggu giliran isi kandang,” kata Cahya, yang memiliki 8 kandang berkapasitas 240 ekor domba. (Jon)