Kemenkumham Siapkan Skenario Hadapi KTT G20

    


Westin Hotel and Resort Nusa Dua Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyelenggarakan doa bersama untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan presidensi G20 di Indonesia.

Doa bersama dipimpin lima pemuka agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Budha, serta diikuti oleh seluruh jajaran Kemenkumham.

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengajak para pegawai Kemenkumham untuk berdoa agar tercipta suasana yang aman dan kondusif, khususnya menjelang acara puncak Presidensi G20 di Bali.

“Tinggal 26 hari lagi sebelum acara puncak G20 pada 15-16 November 2022 di Bali. Mari kita satukan hati dan pikiran dalam doa,” kata Andap, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dalam hal ini, Kemenkumham mendapat tanggung jawab dalam beberapa bidang di kepanitiaan nasional Presidensi G20.

“Amanah ini harus kita kerjakan secara bersama-sama. Bekerja all out dan saling melengkapi,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi lonjakan orang asing, Kemenkumham menyiapkan beberapa skenario. Diantaranya, meningkatkan layanan keluar masuk orang asing di Bandara. Agar tidak terjadi penumpukan, akan dipersiapkan beberapa konter tambahan selain reguler yang sudah ada.

“Ada tiga konter khusus presidensi G20 dan 13 konter layanan reguler. Jika terjadi penumpukan, empat konter reguler beralih fungsi jadi konter delegasi G20,” jelas Andap.

Kedua, menyiapkan SDM petugas imigrasi. Secara organik, imigrasi di Bali berjumlah 32 orang. Persiapan KTT G20 di Bali ini, kita tambah menjadi 64 orang. Perangkat pendukung juga ditambah menjadi 64 unit.

Untuk kepulangan delegasi, Kemenkumham menyiapkan 10 petugas dan 10 perangkat komputer.

“Kami pastikan delegasi G20 akan mendapatkan layanan keimigrasian yang baik sejak kedatangan hingga kepulangan,” kata Andap. (Bob)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS