Karya Agus Kama Loedin dan Uuk Paramahita Tampil di Gallery Zen1

oleh
Kiri-kanan: Ornamentalis Agus Kama Loedin, Direktur Gallery Zen1 Nicolaus F Kuswanto, dan perupa Uuk Paramahita dalam pameran Formabilitas di Gallery Zen1 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dua seniman dengan dua karya berbeda dipertemukan dalam satu pameran. Keduanya yakni, Uuk Paramahita perupa asal Bali dan Agus Kama Loedin.

Uuk Paramahita adalah seorang perupa yang dalam pameran bertajuk ‘Formabilitas’ itu memboyong 11 karya lukisannya. Sedangkan Agus Kama Loedin adalah ornamentalis yang menggunakan material kawat untuk karya seninya.

Direktur Galerry Zen1 Nicolaus F Kuswanto mengatakan, pameran dua seniman itu sama-sama mengangkat ide ketika pandemi melanda dunia hingga memasuki fase endemi yang sekarang tengah berlangsung.

“Disini menarik sekali, yang satu menggunakan media kawat yang satu murni lukisan, ini sangat kontras sekali tapi kita coba tampilkan, kita tabrakkan, tapi dengan tujuan tetap sama,” kata Nico, Kamis (24/11/2022).

Menurut Nico, karya ornamental yang ditampilkan Agus Kama Loedin sarat dengan pesan kekuatan dalam menghadapi pandemi. Material tembaga dan alumunium yang saling rajut itu menyiratkan makna bersatu akan memberikan kekuatan.

Sedangkan, sapuan kuas Uuk Paramahita dengan dominasi warna cerah menggambarkan kebahagiaan dan keceriaan setelah dua tahun melewati pandemi covid-19.

Agus Kama Loedin, seniman Indonesia yang bermukim di Filipina mengatakan, Karya-karya rajutan kawat itu terinspirasi dari filsuf abad pertengahan Socrates.

Rajutan kawat berbahan alumunium dan tembaga itu diulir sedemikian rupa sehingga menghasilkan ornamen-ornamen layaknya arsitektur abad pertengahan.

“Saya kelola ini sebagai penjara kesehatan, ada unsur air, bumi, api dan udara. Kita tahu semua, betapa pedihnya pandemi,” jelas Agus Kama Loedin.

Dari karya yang dihasilkan itu, Agus menggunakan 72 warna dari kawat berbahan alumunium dan tembaga. Selain karya ornamen yang dibuat, Agus juga melukis dengan material kawat. Untuk karya lukisan unik itu, material yang digunakan dominan pada alumunium.

“Untuk lukis pada umumnya, saya gunakan kawat alumunium yang dicoating, berlapis,” jelas Agus.

Sementara, Uuk Paramahita ingin berbicara semangat dan kekuatan di tengah wabah covid-19 yang melanda secara global. Ia tidak ingin terpuruk dalam keterbatasan ruang gerak. Sehingga, warna-warna yang digoreskan dalam karya lukisannya memberikan spirit dan fun.

“Justru saya menganggap itu (pandemi) tidak pernah ada. Saya masih tetap berkarya dan memotivasi diri saya sendiri,” kata Uuk.

Formabilitas yang sekaligus menjadi pameran ke-34 yang digelar oleh Gallery Zen1 ini juga tampil unik. Karena tidak biasa pengelola menghadirkan musisi dan tarian. Namun, kali ini cara berkesenian di Gallery Zen1 semakin lengkap dengan mengundang musisi Toto Tewel dan penari Jasmine Okubo dari Kita Poleng. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News