Jelang Pelebon di Puri Ubud, Puri Ageng Mengwi Gelar Seserahan Ayaban Bebangkit Jangkep

oleh
Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puri Ageng Mengwi melaksanakan dresta dalam rangkaian pelebon atau pengabenan keluarga Puri Agung Ubud. Ratusan orang dari Pasemetonan Puri Ageng Mengwi membawa persembahan berupa ayaban bebangkit jangkep.

Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung menjelaskan, adat dan tradisi itu dilaksanakan terkait dengan persaudaraan dengan Puri Agung Ubud yang terlah berlangsung secara turun temurun.

“Dresta atau tradisi yang kami laksanakan ini berkenaan dengan rasa kebersamaan. Hal yang sama juga pernah dilakukan Puri Agung Ubud untuk di Puri Ageng Mengwi saat ada pelebon,” kata Anak Agung Gde Agung, Sabtu, 13 April 2024.

Persiapan dilaksanakan di Puri Ageng Mengwi dengan melibatkan keluarga Puri bersama Pengempon Pura Ganter, Bendesa Mangukerta dan masyarakat adat dan dinas.

Rombongan berangkat ke Puri Ubud dengan membawa banten ayaban bebangkit jangkep disertai pengiring dan penabuh gamelan baleganjur.

Gde Agung menyebutkan, antara Puri Ageng Mengwi dan Puri Agung Ubud memiliki ikatan kuat dalam hubungan keluarga. Meski berbeda kerajaan, namun ikatan itu dipersatukan dalam hubungan perkawinan dari sebagian keturunan kedua kerajaan.

Selain itu, kata Anak Agung Gde Agung, wilayah Puri Ageng Mengwi sebagian mencakup hingga kawasan Ubud.

“Jadi dresta ini saling dukung mendukung dalam hubungan kekerabatan yang sudah terjalin lama,” jelasnya.

Seperti diketahui Puri Agung Ubud akan menggelar pelebon Tjokorda Bagus Santaka yang telah wafat. Mendiang berasal dari Puri Saren Kauh yang masih menjadi bagian dari Puri Agung Ubud. Pelebon dilaksanakan pada Minggu, 14 April 2024 mulai pukul 10.00 WITA.

Dalam persiapannya, bade atau menara jenazah dibuat bertingkat sebelas atau Bade tumpang sebelas yang dililit naga banda. (Way)

KORANJURI.com di Google News