Izin Belum Lengkap, Satpol PP Hentikan Sementara 2 Outlet Elpiji di Gianyar

oleh
Satpol PP Bali lakukan sidak gudang gas di wilayah Batubulan, Gianyar - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Satuan Polisi Pamong Praja memanggil dua pemilik outlet gas elpiji yang berada di kawasan Batubulan, Gianyar. Pemilik usaha dagang migas itu diminta memberikan penjelasan soal perizinan gudang yang dikantongi.

Pemanggilan dilakukan usai Satpol PP bersama Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang penyimpanan gas LPG di kawasan Batubulan, Gianyar pada Rabu (19/6/2024).

Hasilnya, dua outlet gas elpiji itu dihentikan dan tidak boleh beroperasi sementara sampai mampu menunjukkan kelengkapan perizinannya dengan agen.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menjelaskan, pemilik usaha tidak melengkapi surat kerjasama dengan agen. Selain itu, di lokasi yang dijadikan gudang juga tak dilengkapi dengan alat pelindung kerja (APK)

“Makanya kita hentikan sementara kegiatan gudang Elpiji tersebut, sampai pemilik usaha melengkapi perizinan secara legal kerjasama dengan agen,” kata Rai Dharmadi, Kamis, 20 Juni 2024.

Selama ini, outlet gas elpiji yang disidak Satpol PP telah beroperasi selama 5 tahun. Pemilik usaha mendapatkan pasokan gas dengan membeli secara langsung ke agen tanpa ada kerjasama.

“Saat kita datangi di salah satu gudang ada 47 tabung gas 50 kg, 56 tabung 12 kg, alat penimbangan, satu Apar, dan pickup. Disitu, Tidak ditemukan gas bersubsidi,” kata Rai Dharmadi.

Menurutnya, pasca kebakaran akibat ledakan gas elpiji di jalan Cargo, Denpasar, masyarakat semakin waspada dengan kegiatan dugaan pengoplosan gas yang ada di wilayah mereka.

“Masyarakat juga tidak salah melaporkan, karena mereka juga khawatir dengan keselamatannya jika terjadi sesuatu,” ujarnya.

Sementara, Hiswana Migas melalui Korwil Denpasar Ketut Sumajaya mengatakan, outlet yang ditemukan belum lengkap perizinannya itu menjual gas non subsidi.

“Tinggal berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk izin gudangnya. Karena outlet bukan anggota Hiswana Migas, yang bisa jadi anggota adalah agennya,” kata Sumajaya.

KORANJURI.com di Google News