Ingin Kuasai Harta Korban, 3 Pelaku Palsukan Akte Perkawinan

oleh
Foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polda Metro Jaya menangkap 3 orang pelaku dalam kasus keterangan palsu akte otentik dan akte perkawinan. Ketiga pelaku masing-masing, MH dan adiknya, FNJ alias FYN (perempuan).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, pemalsuan akte perkawinan itu untuk melancarkan niat pelaku menguasai harta korban. Dalam akta perkawinan yang dipalsukan, pelaku disebutkan menjadi istri korban yang sudah meninggal dunia.

“Pemalsuan ini untuk menguasai aset berupa tanah atas nama almarhum Basri, di daerah sekitar Jakarta Selatan,” jelas Yusri Yunus, Selasa, 28 Januari 2020.

Dijelaskan, pihak pelapor adalah anak kandung korban Basri yang telah meninggal dunia. Yusri mengatakan, pelapor tidak pernah merasa ayahnya memiliki istri lain. Karena, dikatakan Yusri Yunus, almarhum Basri masih terikat pernikahan sebelumnya.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap akte perkawinan yang dipalsukan.

“Akte otentik perkawinan itu aspal yang dibuat oleh pelaku. Kemudian kami melakukan penangkapan terhadap 3 tersangka,” ujarnya.

Ketiganya memiliki peran yang berbeda. Namun, semua terlibat dalam satu kasus penipuan keterangan palsu akte otentik dan akte perkawinan.

“Pelaku dijerat pasal 264, 265 dan 242, ancamannya di atas 5 tahun penjara, ya. Pasal yang dikenakan sesuai perannya masing-masing,” ujar Yusri. (Bob)

KORANJURI.com di Google News