Hadiri Peringatan Puputan Margarana, Cok Ace: Teladan di Masa Sekarang

    


Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melakukan tabur bunga saat peringatan Hari Puputan Margarana ke-76 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pada peringatan Hari Puputan Margarana ke-76 Tahun 2022, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, peristiwa heroik itu jadi peringatan bagi warga Bali.

Menurut Cok Ace, dalam peristiwa 20 November 1946 itu, pengorbanan pahlawan patut dijadikan contoh dan teladan.

“Puputan memiliki makna bahwa pengorbanan dalam peperangan untuk membela kebenaran, keadilan, mempertahankan harkat dan martabat, serta kedaulatan bangsa,” kata Cok Ace, Minggu, 20 November 2022.

Dikatakan, dalam konteks budaya Bali, Puputan Margarana dapat dijadikan teladan semangat di masa sekarang.

“Kita boleh berbeda dalam tugas dan fungsi masing-masing, namun bersama- sama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial,” jelasnya.

Menurut Cok Ace, nilai-nilai kearifan lokal di Bali memberikan ruang dalam penjabaran semangat kepahlawanan. Bali mengenal konsep Tri Hita Karana dan Menyama Braya.

Cok Ace mengajak seluruh krama Bali terus memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas sosial dengan dijiwai semangat kepahlawanan.

“Momentum historis dapat dijadikan dasar pijakan dalam mensukseskan pembangunan daerah Bali,” ujarnya.

Peringatan Puputan Margarana ke-76 tahun 2022 dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakil Bupati Tabanan dan unsur terkait.

Puputan Margarana sendiri merupakan peristiwa heroik pasukan Ciung Wanara yang dipimpin Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Mereka bertempur sampai titik darah penghabisan untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS