Gubernur Serahkan Bantuan untuk Warga Bondalem yang Jalani Karantina Desa

    


Gubenur Bali Wayan Koster - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Warga Desa Bondalem, Tejakula, Buleleng mengambil kebijakan karantina desa pasca terjadinya transmisi lokal. Untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, Pemprov Bali menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan pangan yang lain.

Bantuan diserahkan Gubernur Koster di Posko Terpadu Penanganan COVID-19 Kantor Perbekel Desa Bondalem. Penyerahan bantuan dikawal oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya.

Bantuan sebanyak 1.500 paket sembako merupakan bantuan CSR Bank NEGARA Indonesia (BNI).

“Di sini transmisi lokalnya tinggi, jadi saya akan memberikan perhatian khusus, agar tidak semakin parah penyebarannya,” jelas Gubernur Koster, Minggu, 10 Mei 2020.

Gubernur minta, masyarakat disiplin melaksanakan instruksi pemerintah. Kasus penularan transmisi lokal di Desa Bondalem murni penyebaran virus Covid-19 antar warga.

“Jika virus ini menular ke desa di luar Bondalem, akan menimbulkan masalah yang besar,” kata Gubenur.

Gubernur Koster menginstruksikan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana agar memberikan perhatian khusus terhadap Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Menurut politisi asal Desa Sembiran, Buleleng itu, penanganan Covid-19 di Bali sangat baik. Terbukti 65% pasien positif sudah sembuh dan ini merupakan persentase tertinggi di Indonesia.

Bahkan secara nasional, angka kesembuhan yang tercatat sebesar 16%. Sedangkan di seluruh dunia total angka persentase kesembuhannya 3%. Jadi, menurut Gubernur, penanganan Covid-19 di Bali sudah bagus.

“Tentu semua ini karena dukungan tim medis serta masyarakatnya yang disiplin mengikuti imbauan pemerintah,” jelas Gubernur.

Sementara, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, penanganan terhadap PMI asal Buleleng telah dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Seluruh PMI wajib menjalani test swab dan menjalani karantina selama 7 hari agar benar-benar bersih dari Covid-19.

Bupati Suradnyana mengakui banyak PMI Buleleng yang datang tanpa sepengetahuan Satgas dan menyatakan melakukan isolasi mandiri. Namun kenyataannya, mereka melakukan kegiatan di luar rumah.

Bahkan ada yang bandel dan tidak mengikuti himbauan pemerintah. Saat ini PMI yang pulang sudah dikarantina di satu tempat di wilayah Denpasar, sehingga selanjutnya bisa fokus untuk penanganan transmisi lokal.

“Saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan Covid-19 ini secara terstruktur dan sistematis,” kata Agus Suradnyana.

Paket sembako terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, dan telur 10 butir. Sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyerahkan 400 paket sembako terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mie instan 2 paket serta 5.000 masker.

Penyerahan bantuan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah BNI Provinsi Bali I Made Sukajaya, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakapolda Bali Brigjen Pol Drs I Wayan Sunartha, Kasdam IX/Udayana Brigadir Jenderal TNI Candra Wijaya, Wakajati Bali Asep Maryono, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. (*)