Gandeng Kejaksaan, SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Edukasi Siswa tentang Hukum

oleh
Tim dari Kejari Purworejo yang diketuai Dedi Fajar Nugroho, SH., foto bersama dengan Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo, Agus Setya Ardiyanto, A.Md. dan jajarannya usai mengisi materi dalam Program Jaksa Masuk Sekolah, Rabu (01/02/2023 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), SMK TI Kartika Cendekia Purworejo memberikan edukasi kepada siswanya tentang masalah hukum.

Edukasi diberikan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum oleh tim dari Kejari Purworejo yang diketuai Dedi Fajar Nugroho, SH., Kepala Sub Seksi Ideologi Pertahanan Keamanan Sosial Budaya Kemasyarakatan Produksi Sarana Intelijen dan Penerangan Hukum pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Purworejo, Rabu (01/02/2023).

Bertema ‘Kenali Hukum, Jauhi Hukuman’, kegiatan JMS diikuti oleh 60 siswa, terdiri dari OSIS, Bantara serta perwakilan kelas.

Dijelaskan oleh Dedi, program Jaksa Masuk Sekolah merupakan bagian dari penyuluhan hukum dengan sasaran anak-anak sekolah. Tujuannya, dalam rangka untuk memberikan kepada anak-anak, khususnya yang masih dibawah umur (18 tahun ke bawah), supaya bisa paham dengan masalah hukum.

“Ketika sudah memahami kaitannya dengan aturan hukum, siswa menjadi tahu, sehingga dia lebih berhati-hati dalam perbuatannya. Ataupun dia juga bisa mengantisipasi sebagai korban,” jelas Dedi, sambil menyebut, penyampaian materi lebih banyak dalam sesi tanya jawab.

Tujuan utama dari JMS ini, kata Dedi, melakukan pembinaan secara dini, khususnya generasi muda, supaya kedepannya tidak melakukan perbuatan pidana yang melanggar ketentuan perundang-undangan.

Materi yang disampaikan, menurut Dedi, banyak. Namun lebih banyak menekankan khususnya pada perlindungan anak, narkotika dan kenakalan remaja. Karena di usia-usia anak SMA/setara, mereka masih ingin mencari jatidirinya sehingga posisinya masih labil dan mudah terpengaruh.

“Harapannya, tujuan kita tercapai, sehingga ketika kita sudah memberikan materi anak-anak menjadi paham. Dia bisa menularkan pengetahuannya itu kepada lainnya, anak-anak seusianya di luar sekolah. Artinya bisa saling mengingatkan supaya tidak melakukan suatu perbuatan yang mengarah pidana,” terang Dedi, di sela kegiatan.

Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Agus Setya Ardiyanto, A.Md. berharap, dengan adanya program Jaksa Masuk Sekolah ini anak-anak menjadi paham tentang hukum, sehingga terkait dengan apapun yang akan dilakukan, baik di dalam lingkungan sekolahan ataupun di luar sekolahan (masyarakat) dalam koridor tatanan hukum yang berlaku.

“Artinya tidak menyalahi hukum,” tandas Agus, yang juga berharap, dengan program Jaksa Masuk Sekolah ini, pihaknya lebih mengetahui, lebih familiar, lebih care terkait dengan pelanggaran-pelanggaran ataupun yang konteksnya nanti sampai dengan pidana.

Dari para peserta yang mengikuti sosialisasi dan penyuluhan tentang hukum dari Kejari Purworejo ini, diharapkan oleh Agus mereka ini bisa menjadi agen perubahan atau mensosialisasikan kaitannya dengan informasi dari kejaksaan ini kepada siswa lainnya. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News