Empat Mahasiswa STAINU Magang di SMK Kesehatan Purworejo

    


Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd, saat menerima empat mahasiswa STAINU Purworejo, Kamis (15/08/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Empat mahasiswa STAINU (Sekokah Tinggi Agama Islam Nahdatul Ulama) Purworejo, akan melakukan magang atau PPL (Praktek Pengalaman Sekolah) selama 2,5 bulan di SMK Kesehatan Purworejo.

Kedatangan empat mahasiswa STAINU dari Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) tersebut, diterima Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd, Kamis (05/08/2021). Mereka didampingi dosen pembimbing magang, Roikhatuljanah, MPd.

“Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini, semoga berjalan baik, dan tahun-tahun ke depan tetap bisa berlanjut,” ujar Nuryadin usai menerima empat mahasiswa magang STAINU.

Menurut Nuryadin, selama magang, keempat mahasiswa tersebut akan ikut mengajar, mengerjakan tugas-tugas, untuk mengaplikasikan teori yang selama ini sudah didapatkan di kampus.

“Diaplikasikan di lapangan, sehingga nantinya mereka bisa paham dan lebih kompeten lagi di dalam mengajar maupun mengelola sebuah lembah pendidikan,” kata Nuryadin.

Program magang tersebut, menurut Roikhatuljanah, merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk mahasiswa di semester 7 maupun 9 yang sudah memenuhi syarat.

“Proses magang itu sendiri, melalui bebepa tahapan, dari pendaftaran sampai proses penyaringan dan sebagainya,” ungkap Roikhatuljanah.

Untuk proses magangnya, jelas Roikhatuljanah, ada kegiatan magang 1 dan magang 2. Untuk saat ini ada kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang diintegrasikan ke dalam magang ini.

Tujuan dari program magang ini, kata Roikhatuljanah, mahasiswa mengintegrasikan/ mengimplementasikan teori yang sudah didapat selama kurang lebih 6 semester. Mereka belajar mempraktekkan di sekolah dengan situasi atau kondisi riil.

“Selama mereka magang hingga bulan Oktober 2021, akan menghadapi siswa secara nyata, strateginya apa. Selain mengimplementasikan, mereka juga membuat perencanaan,” pungkas Roikhatuljanah. (Jon)