Edarkan Obat Terlarang, Pemuda di Purworejo Dibekuk Polisi

oleh
BR (25), warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, ditangkap Tim Opsnal Reserse Narkoba Polres Purworejo, saat hendak mengedarkan obat terlarang - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – BR (25), warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, terpaksa berurusan dengan polisi. BR ditangkap di daerah Pakisrejo, Banyuurip oleh Tim Opsnal Reserse Narkoba Polres Purworejo, saat hendak mengedarkan obat terlarang pada salah seorang pembeli.

Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo didampingi Waka Polres Purworejo Kompol Fadli menjelaskan kronologis penangkapan terhadap BR. Berawal dari penyelidikan Tim Opsnal Resnarkoba Polres Purworejo dan mendapatkan informasi bahwa pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2024 akan ada transaksi pengedaran obat terlarang.

Selanjutnya tim Opsnal Resnarkoba Polres Purworejo melakukan pemantauan dan kurang lebih pukul 00.15 Wib menjumpai seorang pemuda yang diduga tanpa hak memiliki obat terlarang jenis pil.

“Tim melakukan pengeledahan pada pelaku BR yang disaksikan oleh Muhammad Irvan dan Nico Nur. Dan didapati bahwa pelaku membawa sejumlah barang bukti obat terlarang,” jelas Kapolres Purworejo, Sabtu (06/04/2024).

Rencananya obat terlarang tersebut melalui petunjuk dari chat whatsapp pelaku akan diedarkan pada seorang warga dengan nama kontak “Jabrik Ptrh”.

“Selain pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2 (Dua) plastik klip kecil berisi pil warna putih ada logo Y @10 butir jumlah total 20 butir, 1 (Satu) buah bungkus rokok merk WIN, 1 (Satu) buah tas slempang warna hitam merk ANTARESTAR, 1 (Satu) buah handphone merk OPPO A74 berwarna biru,” terang Kapolres Purworejo.

Dari kejadian tersebut pelaku dijerat dengan Pasal 435 Jo Pasal 138 Ayat 2 Dan Ayat 3 UU RI No.17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

Yang mana Setiap Orang Tanpa Hak Atau Melawan Hukum Memproduksi atau Mengedarkan, Menyimpan Sediaan Farmasi dan Atau Alat Kesehatan Yang Tidak Memenuhi Standart dan Atau Persyaratan Keamanan, Khasiat/Kemanfaatan dan Mutu.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (Jon)

KORANJURI.com di Google News