Dua Pimpinan DPRD Ini Jadi Pengajar Dadakan di SMAN 7 Purworejo

    


Program DPRD Mengajar di SMAN 7 Purworejo berlangsung interaktif di Wisma Budaya sekolah setempat, Selasa (19/04/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dua pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, SIKom, MSi, selaku ketua dan Kelik Susilo Ardani, SE, MIP, MAP, wakil ketua, hadir di SMAN 7 Purworejo sebagai guru pengajar.

Keduanya menjadi pengajar, dalam program DPRD Mengajar, Selasa (19/04/2022), yang disambut antusias oleh siswa kelas XI di Wisma Budaya sekolah setempat. Hal itu ditunjukkan dengan dengan tingginya tingkat interaksi para peserta dengan dua pengajar dadakan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kelik memaparkan materi terkait Tugas dan Wewenang DPRD pada awal pembelajaran. Sejumlah siswa tampak menyampaikan beberapa pertanyaan, dan pandangannya terkait DPRD. Salah satunya Naftali Valen, siswa kelas XI IPS 2.

“Tugas dan wewenang DPRD itu sangat mulia. Saya ingin menjadi anggota DPRD agar bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan,” kata Naftali Valen.

Melihat keberanian Naftali, Kelik Susilo Ardani langsung memberikan doorprize sekaligus kenang-kenangan berupa sebuah tas. Menurut Kelik, tas itu memiliki nilai sejarah karena diperolehnya belum lama ini di DPR RI saat dipercaya menjadi Wakil Sekjen Bidang Kehormatan dan Advokasi DPN Adkasi.

Kelik mengaku senang dengan generasi penerus bangsa di SMAN 7 Purworejo ini yang tidak apatis terhadap politik dan ke-DPRD-an. Dia juga memotivasi siswa untuk aktif dalam organisasi di sekolah atau kegiatan kemasyarakatan.

Menurutnya, hal itu akan mengasah kemampuan dan membawa dampak positif badgi masa depan.

“Sejak SMP hingga SMA saya aktif di OSIS dan Pramuka, ternyata itu sangat bermanfaat ketika terjun di dunia politik, bermasyarakat, dan menjadi anggota dewan,” katanya.

Dion Agasi Setiabudi tampil mengajar dengan materi leadership. Tidak hanya teori, sejumlah siswa juga diajak praktik langsung memperagakan keterampilan-keterampilan yang wajib dimiliki seorang pemimpin, antara lain public speaking. Beberapa siswa terpilih langsung mendapat doorprize.

“Sejak muda kita harus mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin. Cita-cita harus digantungkan setinggi mungkin dan optimisme harus terus dijaga,” pesan Dion.

Menurutnya, program DPRD Mengajar bertujuan untuk mendekatkan dan memperkenalkan lembaga DPRD Kabupaten Purworejo kepada masyarakat luas. Disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar, diharapkan metode ini efektif serta memberikan motivasi kepada para siswa agar melek politik dan tidak apolitis.

“Ini merupakan program DPRD Mengajar kedua. Saya sangat senang karena antusias siswa di sekolah ini luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Purworejo, Niken Wahyuni, MPd, menyatakan apresiasinya terhadap program yang digagas DPRD Purworejo.

Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi siswa karena materi yang disampaikan tidak diperoleh langsung saat pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, DPRD Mengajar juga selaras dan mendukung visi misi sekolah terkait nasionalisme dan bela negara.

“Ini menambah wawasan siswa sehingga mereka siap untuk berkontribusi bagi negara, khususnya berpartisipasi dalam hal perhelatan-perhelatan negara yang membutuhkan pengetahuan khusus,” katanya. (Jon)