DPW Jateng Tak Akui Munaslub Partai Berkarya

    


Ketua, sekjen dan para fungsionaris Partai Berkarya Jawa Tengah - foto : Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Jawa Tengah dibawah pimpinan H.Suwito, SH dan Sekjen Miko Vinaldho, SH, secara resmi menolak dan tidak mengakui munaslub yang di selenggarakan oleh pihak yang mengatasnamakan presidium penyelamat Partai Berkarya.

“Adapun isu serta fitnah yang mengatakan adanya dokumen ataupun pihak yang mengaku mengirimkan delegasi dari Jawa Tengah, itu tidak benar. Apabila terdapat bukti ada pihak yang mengaku sebagai delegasi, maka DPW Partai Berkarya Jawa Tengah akan menempuh upaya jalur hukum,” Kata Sekjen DPW Partai Berkarya Jawa Tengah dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2020.

Pelaksanaan munaslub dianggap DPW Partai Berkarya Jateng inkonstitusional. Karena dinilai telah melanggar AD/ART partai. Sehingga siapapun kader Partai Berkarta yang hadir pada Munaslub tanggal 11 dan 12 Juli 2020 di Jakarta akan di berikan sanksi,” Kata Suwito.

Adanya beberapa kota dan kabupaten yang berbeda pandangan soal Munaslub, pihak DPW Jateng menilai, hal itu merupakan dinamika politik yang menandakan berjalannya roda organisasi partai.

Akan tetapi, bagi yang mendukung dan menghadiri Munaslub tentunya akan diberikan sanksi. Karena sudah melanggar AD/ART Partai Berkarya.

Salah satu langkah DPW Partai Berkarya Jawa Tengah yang sudah dilakukan yaitu, menerbitkan Surat Keputusan Nomor : 01.1/DPW-JATENG/BERKARYA/VII/2020 Tentang pemberhentian pengurus DPD Partai Berkarya 2017-2022. Serta pencabutan keanggotaan partai bagi pengurus yang turut serta mendukung dan menghadiri Munaslub.

“Terkait dengan terbitnya SK Kemenkumham tentang pengesahan perubahan susunan pengurus DPP Partai Beringin Karya (Berkarya), DPW Jateng menunggu instruksi dari Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, yang saat ini tengah melakukan upaya gugatan HUKUM,” jelasnya.

Dalam keterangan pers itu, hadir pula Wakil Bendahara DPP Partai Berkarya, Purwanto, beserta para fungsionaris Partai Berkarya Jawa Tengah.

Partai besutan Tommy Soeharto ini baru beberapa tahun di bentuk namun sudah diterpa prahara dualisme kepengurusan dan melengserkan pendirinya dari kursi ketua umum melalaui Munaslub.

Meski dari kubu Tommy sendiri, sampai saat ini, tidak pernah mengakui adanya Munaslub karena dianggap melanggar AD/ART Partai. (JK)