Dinas Sosial P3A Bali Latih Kemandirian Anak Panti

oleh
Program Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual dan Sosial terhadap anak panti yang dilaksanakan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Anak terlantar di dalam panti jadi permasalahan sosial tersendiri yang perlu ditangani.

Kadis Sosial P3A Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, anak terlantar yang diasuh di panti sosial perlu diajarkan kemandirian.

“Mereka perlu mendapatkan bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial. Itu menjadi bagian pemerintah dalam melakukan penanganan yang lebih baik,” kata Ayu Aryani, Senin (8/7/2024).

Bimbingan itu dilaksanakan melalui program rehabilitasi sosial yang diikuti 30 anak dari 11 lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di seluruh Bali.

Luh Ayu Aryani mengatakan, bimbingan yang diberikan mencakup fisik, mental, spiritual dan sosial.

Meski berada di bawah asuhan panti sosial, kata Luh Ayu Aryani, hak anak harus terpenuhi. Mereka memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak lain.

“Dengan bimbingan yang dilakukan diharapkan anak-anak ini tumbuh dengan ketrampilan yang memadai. Bimbingan ini untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik,” ujarnya.

“Kegiatan berlangsung mulai 7-13 Juli 2024,” tambahnya.

Plt. Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial P3A Bali Dewa Ayu Eka Putri mengatakan, LKSA yang terlibat sebagai peserta berasal dari Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Buleleng dan Bangli.

“Mereka mengirimkan anak asuhnya untuk mengikuti program bimbingan ini,” kata Eka Putri.

“Anggaran yang digunakan bersumber dari APBD Provinsi Bali,” ungkapnya. (Way)

KORANJURI.com di Google News