Di Bali, Smartfren Bandrol Rp 60 Ribu untuk 120 GB Kuota Internet

oleh
Launching Kartu Perdana Bali Smartfren, Jumat, 15 Februari 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Program internet murah yang dilaunching Smartfren dikhususkan untuk keluarga. Persyaratannya, satu keluarga hanya diperbolehkan satu kali pendaftaran.

Harga untuk satu ‘Kartu Perdana Bali’ Rp 60 ribu dengan bonus 3 kartu. Jadi setiap pembelian akan mendapatkan 4 kartu perdana. Setiap kartu berisi kuota 30 GB. Sehingga setiap KK akan mendapatkan kuota 120 GB yang sudah teregister selama sebulan.

Berita Terkait
Smartfren Luncurkan Kartu Perdana Bali, Murah dan Bergelimang Kuota

“Meski kami berikan gratis, para peminat Kartu Perdana Bali harus membawa kartu keluarga untuk menukarkannya. Ini sekaligus sebagai bentuk dukungan Smartfren terhadap program pemerintah menangkal aksi terorisme, penyebaran hoaks serta penyalahgunaan identitas untuk aksi kriminal,” jelas Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim di Denpasar, Jumat, 15 Februari 2019.

Namun disitu, upaya filter terhadap akses ke situs-situs ‘terlarang’, tetap dilakukan kepada pemerintah dalam hal ini Menkominfo. Provider, kata Djoko Tata Ibrahim, tidak memiliki otorisasi untuk melakukan filtering.

Namun, kata Djoko, dengan diluncurkannya internet keluarga melalui Kartu Perdana Bali ini, setidaknya akan memberikan kesempatan kepada keluarga di Bali untuk mendapatkan akses internet yang berkualitas.

“Hanya bisa digunakan di Bali dan NTB. Diluar area itu, koneksi internet tidak bisa didapatkan, namun kartu tetap aktif untuk digunakan area yang sudah ditentukan,” jelasnya demikian.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Smartfren terhadap konsep ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang jadi visi pembangunan di Bali.

“Dukungan Smartfren akan memperkuat fungsi teknologi dan informasi,” kata Koster di Wiswa Shaba Utama, Kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Kamis (14/2/219).

Munurutnya, dengan adanya Wi-Fi gratis, maka akan mampu memaksimalkan serta memudahkan informasi dan komunikasi, terutama bagi generasi muda.

“Saya harap dengan adanya Wi-Fi ini, juga dimanfaatkan dalam mempromosikan kekayaan serta produk yang ada di masing-masing desa,” ujar Koster. (Way)

KORANJURI.com di Google News