Bupati Purworejo Serahkan Bantuan 52 Unit Alsintan

    


Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM saat meninjau berbagai alsintan usai penyerahan, Rabu (10/11/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM menyerahkan secara simbolik alat mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani yang ada di Kabupaten Purworejo.

Acara yang dipusatkan di Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (PPKP) pada Rabu (10/11/2021), juga dihadiri oleh Kepala Dinas PPKP Wasit Diono SSos, para PPL serta ketua kelompok tani yang akan menerima bantuan.

Pada kesempatan itu, diserahkan 52 unit alsintan berbagai jenis, untuk 52 kelompok tani. Yaitu 26 unit pompa air, 17 unit traktor roda dua, 3 unit traktor roda empat, 2 unit Cultivator, 2 unit combine, serta 2 unit power treser.

Bupati Agus Bastian mengungkapkan, Kabupaten Purworejo merupakan daerah agraris yang menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting yang sangat mendukung pertumbuhan dan perekonomian daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian, agar sektor pertanian menjadi kuat dan tangguh. Antara lain dengan penyediaan benih, bibit dan teknik budidaya hingga teknologi panen dan pasca panen.

“Sebab dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produk pertanian, akan mampu mewujudkan kesejahteraan petani,” ungkap bupati.

Bupati juga sempat menanyakan kepada kelompok tani, apakah ada pungutan atau permintaan dana untuk mendapat bantuan ini. Sebab ia ingin memastikan bahwa di jajaran Pemkab Purworejo tidak ada syarat khusus selain syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dirinya menghimbau kepada para kelompok tani untuk melaporkan jika ada oknum yang meminta imbalan atau syarat khusus dan dijanjikan akan mendapatkan bantuan Alsintan.

“Alsintan yang jenengan terima ini kan kalau beli sendiri harganya lumayan mahal, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan dengan meminta jatah sebagai syarat mendapatkan alsintan ini. Kalau ada yang seperti itu langsung laporkan, alat ini memang sudah hak nya sedulur tani semua jadi tidak boleh ada semacam itu,” tegasnya.

Ditambahkan Bupati, Pemerintah masih terus mengupayakan dan menggodog perihal subsidi pupuk bagi para petani.

Menurutnya, jika memang regulasi mengijinkan, pemerintah daerah akan mengupayakan adanya subsidi untuk mengurangi beban petani dalam pembelian pupuk.

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten Purworejo yang berdaya saing tahun 2025 dengan prioritas salah satunya meningkatkan daya saing di bidang pertanian dalam arti luas.

Sementara itu Kepala Dinas PPKP Wasit Diono mengungkapkan, berdasarkan analisa perhitungan luas area pertanian 29.796 ha, Kabupaten Purworejo membutuhkan 2.979 unit traktor dan 317 unit combine. Sehingga jika merujuk hasil analisa, Kabupaten Purworejo masih kekurangan 1.296 traktor dan 293 unit combine.

“Pada tahun 2022 mendatang kita telah mengusulkan traktor sejumlah 104 unit dan 19 unit Combine untuk lebih meningkatkan produksi pertanian kita,” terangnya. (Jon)