Biaya Kremasi Jenazah Terlantar di Bali Dibiayai APBD Rp 8,5 Juta per Jasad

oleh
Prosesi kremasi jenazah terlantar di Perabuan Dharma Kerti Pura Dalem, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Sawa atau jenazah terlantar yang diambil alih Pemprov Bali untuk dikremasi dibiayai dengan anggaran Rp8,5 juta per jenazah.

Ada 11 jenazah terlantar yang telah mendapatkan pembebasan dari keluarga. Jenazah itu dikremasi di Perabuan Dharma Kerti Pura Dalem, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Plt. Direktur Layanan Operasional RSU Prof Ngoerah Sanglah, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma mengatakan, jenazah yang akan dikremasi dititipkan di rumah sakit sejak tahun 2022 hingga 2023.

Dalam periode dua tahun itu, ada biaya yang dibutuhkan untuk penitipan jenazah. Nilainya Rp1,9 miliar.

“Jadi kalau di pemberitaan media biaya kremasi menghabiskan Rp1,9 miliar, itu tidak benar. Biaya itu untuk penitipan jenazah,” jelas Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, Kamis, 20 Juni 2024.

“Sedangkan, biaya upacara kremasi di Dharma Kerti Pura Dalem Desa Adat Kerobokan ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Bali,” tambahnya.

Namun, dari 11 jenazah terlantar itu tidak semua beragama Hindu yang prosesinya harus dikremasi. Ada 5 jenazah lain yang sudah diambil oleh Yayasan Islam untuk dikuburkan.

“Untuk jenazah yang dititipkan paling banyak tahun 2023,” jelas Gusti Ngurah Ketut Sukadarma.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengatakan, proses kremasi dalam agama Hindu Bali untuk menyempurnakan roh atau atma yang telah meninggal.

“Biaya kremasi sepenuhnya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali,” kata Ayu Aryani. (Way)

KORANJURI.com di Google News