Berkemeja Orange, Distributor Nakal Praktikkan Cara Curang Oplos Gas Elpiji

oleh
Pelaku memperagakan praktik curang pengoplosan gas saat ekspose kasus di Polda Bali, Rabu, 19 Juni 2024 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Buntut kebakaran gudang gas di jalan Cargo, Denpasar yang menewaskan belasan orang, Polda Bali menggelar razia ke sejumlah distributor gas elpiji.

Di tempat pengoplosan gas elpiji wilayah Abiansemal, Kabupaten Badung, satu orang diciduk dan ditetapkan tersangka.

Kecurangan yang dilakukan tersangka I Wayan Rawan (61) dipraktikkan saat ekspose kasus gas elpiji oplosan di Polda Bali, Rabu, 19 Juni 2024.

“Pelaku melakukan di halaman belakang rumahnya di Banjar Pande, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung,” kata Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra.

Pola pengoplosan tabung gas itu dilakukan dari gas melon 3kg yang dimasukkan ke tabung gas ukuran 12kg. Pelaku membutuhkan alat pipa besi untuk menghubungkan kedua valve atau katup silinder tabung gas.

Posisi tabung gas melon berada di atas. Selanjutnya, dengan pipa besi, isi tabung gas 3kg dipindahkan ke tabung gas 12kg. Dibutuhkan 4 tabung gas ukuran 3kg untuk memenuhi tabung ukuran 12kg.

Pelaku juga menggunakan es batu yang diletakkan di sekitar tabung 12kg yang kosong.

Ranefli mengatakan, pelaku melakukan kecurangan demi mendapatkan keuntungan dari selisih harga gas 3kg yang disubsidi oleh pemerintah.

“Setelah terisi penuh, gas 12kg itu dijual dengan harga pasaran Rp200 ribu per tabung,” kata Ranefli.

Dari satu lokasi pengoplosan di Abiansemal, Badung, polisi menyita 174 tabung gas 3kg kosong, 107 tabung 3kg berisi gas, 40 tabung 12kg berisi gas elpiji dan 7 tabung gas 12kg dalam kondisi kosong.

“Tersangka ditahan di Rutan Polda Bali. Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” jelas Ranefli Dian Candra. (Way)

KORANJURI.com di Google News