Berhias Ribuan Lampion, Kawasan Gajah Mada Dihidupkan jadi China Town nya Denpasar

    


Menjelang Imlek 2023, di kawasan Heritage Gajah Mada, Denpasar semarak dengan ribuan lampion - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar akan dihidupkan kembali sebagai China Town nya Kota Denpasar. Mulai Imlek tahun 2023, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali bersama pemerintah Kota Denpasar dan tokoh Puri akan menggelar Festival Imlek Bersama.

Saat ini, kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar sudah dihias dengan 1.200 lampion yang digantung di kawasan heritage Kota Denpasar. Disitu juga dibangun gerbang Imlek.

Sudiarta Indrajaya dari INTI Bali menjelaskan, Imlek tahun ini semakin meriah dengan adanya Parade Budaya Nusantara yang berlangsung 28 Januari 2023 mulai pagi hingga malam hari. Pawai akan diikuti oleh 1.200 peserta.

Sudiarta Indrajaya yang akrab disapa Romo Sin ini menambahkan, konsep acara adalah merajut kebhinekaan untuk budaya dan toleransi yang ada di Kota Denpasar.

“Ini untuk menghormati keragaman, bagaimana menjaga budaya Bali. Itu yang ingin kita gambarkan dalam Festival Imlek Bersama,” kata Romo Sin, Rabu, 18 Januari 2023.

Festival Imlek terbesar yang pernah ada di Bali ini, sekaligus akan menjadi event tahunan untuk melengkapi festival yang telah ada sebelumnya di Kota Denpasar.

“Merujuk Imlek di Tiongkok, sesungguhnya merupakan festival musim semi, dan untuk agenda tahunan di Denpasar akan dijadikan festival budaya,” jelasnya.

Parade Budaya Nusantara itu mengambil lokasi awal dari Pasar Badung menuju alun-alun Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung. Semarak parade budaya akan dimeriahkan oleh 200 pemain barongsai, 200 pemain Wushu.

Termasuk 200 orang yang akan mengenakan baju cheongsam atau kemeja tradisional Tiongkok.

Dalam hal ini, INTI Bali bekerjasama dengan Paguyuban Etnis Nusantara dan organisasi lainnya. Sin menambahkan, di Alun-alun Kota Denpasar, peserta parade akan menampilkan pertunjukan kolosal.

“Ada pertunjukan kolosal dengan jumlah penari 500 orang yang akan memainkan Barongsai, Wushu, Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Barong Keket dan Barong Landung,” jelasnya.

Parade Nusantara itu, dikatakan Sin, juga untuk mengenang sosok Gajah Mada sebagai simbol pemersatu. Kawasan Gajah Mada, Denpasar menyimpan peradaban masa lalu.

“Sampai saat ini, di kawasan itu juga hidup beragam etnis seperti Arab, India, Jawa, Bali dan Tionghoa. Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai,” ujarnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS