Barber Hanoch Sitompul Dorong Tren Barbershop Indonesia Berkembang Profesional

oleh
Celebrity Barber Indonesia Hanoch Sitompul - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Barbershop tumbuh sedemikian pesat di berbagai kota besar. Kondisi itu memberikan peluang munculnya bidang profesi baru. Hanya saja, tren Barbershop di tanah air belum diikuti oleh kualitas dan manajemen yang profesional.

Barber sekaligus pemilik Pancos Barbershop Henoch Sitompul mengatakan, edukasi sangat dibutuhkan dalam menjalankan profesi barber. Seorang Barber bukan hanya membutuhkan skill saja tapi juga harus punya pengetahuan untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Saya berharap profesi barber bisa jadi pilihan karir. Di Amerika barber dibayar lebih mahal dari ahli bedah, jadi nggak perlu lagi minder atau insecure, jangan ada yang judge ini profesi rendah,” kata Henoch di Sunset Road, Bali, 17 September 2019.

Celebrity Barber Indonesia ini datang ke Bali untuk menggelar event Workshop Internasional dengan mengangkat tagline ‘Cut Above the Rest’ di Hotel Harris Sunset Road, Bali pada Rabu, 18 September 2019. Dalam event itu, ia menggandeng Celebrity Barber Hollywood Vince Garcia.

Henoch melihat, saat ini masih belum banyak tempat pelatihan yang baik dan benar dalam menghasilkan para barber yang berkualitas dengan kecakapan pengetahuan yang mumpuni.

“Jadi mereka (tempat pelatihan) itu hanya mengajarkan teknik saja, barber butuh dari sekedar skill, perlu knowledge, pengetahuan yang benar, bagaimana membuat branding, marketingnya,” jelasnya.

Kemampuan teknik, skill dan pengetahuan seorang barber, dibuktikan sendiri oleh Henoch Sitompul selama mengelola bisnisnya. Ia mengaku pernah mematok harga Rp 40 ribu per kepala. Namun, saat ini rata-rata harga sekali memangkas rambut mencapai Rp 550 ribu per kepala. Bahkan, ia pernah mendapatkan bayaran tinggi sampai Rp 1,5 juta per kepala.

“Kami berharap dengan Workshop para barber di Indonesia semakin berkembang dan terus mengasah diri. Tentunya, itu akan berdampak pada jumlah penghasilan yang akan mereka peroleh. Attitude dan skill adalah aset terpenting untuk seorang barber,” jelas Henoch.

Sementara, Vince Garcia mengatakan, jam terbang akan membuat seseorang menjadi premium barber. Dengan terus mengasah keahlian, Vince optimis industri barber di Indonesia akan berkembang pesat.

“Indonesia punya potensi sumber daya manusia untuk mengembangkan industri barbershop. Bukan tidak mungkin dengan talenta dan keahlian yang dimiliki, seseorang dapat menjadi barber handal dan menerima pendapatan besar,” ungkap Vince. (Way)

KORANJURI.com di Google News