Balon Independen di Pilkada Purworejo Mundur dari Pencalonan

    


Arie Edy Prasetyo, Ketua BSC didampingi Supriyadi, dalam keterangan persnya, Selasa (10/12/2019) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bambang Sutrisno, mantan anggota DPR RI periode 2014 – 2019 dari Partai Golkar, yang pada awal Oktober lalu menyatakan kesiapannya untuk ikut maju dalam Pilkada Purworejo 2020, kini mengundurkan diri dari pencalonannya.

Meski begitu, ketua Bambang Sutrisno Center (BSC) Arie Edy Prasetyo yang memberikan pernyataan menjelaskan, keputusan mundur Bambang Sutrisno bersifat sementara.

“Sambil menunggu turunnya surat rekomendasi ataupun surat penugasan, Bambang Sutrisno tetap bergerak mengumpulkan dukungan masyarakat,” kata Arie kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Menurut Arie, ada sejumlah alasan, kenapa mantan anggota Komisi X DPR RI itu memilih ateret.

“Ada pertimbangan faktor ideologis, keluarga dan waktu sebagai dasar membuat keputusan tersebut,” jelas Arie, didampingi Supriadi, pengurus BSC lainnya.

Rencana awal, kata Arie, Bambang Sutrisno akan maju lewat jalur independen. Proses ke arah itu sudah dimulai dengan mengumpulkan ribuan KTP pendukung. Bahkan, ada beberapa kandidat lain yang menyatakan kesiapannya untuk bergabung.

Alasan ideologis, ungkap Arie, dipilih dalam mengambil keputusan itu. Bambang Sutrisno merupakan putra almarhum Brigjen Sunardi yang merupakan salah satu pendiri Sekber Golkar atau cikal bakal Partai Golkar.
 
“Meski sudah banyak partai lain yang mengajaknya bergabung, namun keluarga besarnya meminta Pak Bambang tetap berada di jalur Partai Golkar,” terang Arie.

Selain itu, kata Arie, waktu juga menjadi pertimbangan lain. Karena hingga saat ini, proses Munas Golkar baru selesai pada tahap penunjukan ketua umum dan jajaran pejabat harian.

Untuk menunggu keluarnya rekomendasi calon bupati atau wakil bupati baru dirumuskan dalam rapat kerja, yang baru akan dilaksanakan setelah kepengurusan lengkap. Namun kapan pelaksanaan dari raker itu, belum ada kabar yang pasti.

“Kalau beliau maju di luar Partai Golkar, harus menunggu surat penugasan dari partai. Namun waktunya juga belum bisa dipastikan. Supaya tidak membebani hak balon lain, Pak Bambang menyatakan sementara mundur,” terang Arie. (Jon)