Ayah Kandung Terpidana Mati Merri Utami Syok Mendengar Anaknya Segera Dieksekusi

    


Kediaman Siswandi, ayah kandung terpidana mati Merry Utami di Rusunawa Kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah - foto: Djoko Judiantoro/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Siswandi yang merupakan ayah dari terpidana mati Merri Utami syok mendengar anaknya masuk dalam daftar eksekusi mati yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Kondisi itu diutarakan oleh salah seorang kerabat yang tinggal di Kampung Baluwarti, Solo, Jawa Tengah.

“Orang tua mana yang tidak syok. Sejak tertangkap dan divonis sampai sekarang akan dieksekusi, bapaknya syok dan sakit-sakitan,” kata perempuan yang merupakan Bibi dari terpidana mati Merry Utami.

Koranjuri.com sempat mendatangi kediaman orangtua Merri Utami di Rusunawa kawasan kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Siswandi yang dikabarkan menderita struk tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan yang menyambangi kediamannya.

Hanya kepala warga Rusunawa bernama Gendon yang memberikan keterangan singkat terkait keadaan ayah kandung terpidana mati kasus narkoba itu. Menurut Gendon, sejak putrinya terjerat kasus hukum, Siswandi mengalami syok berat. Hal itu diperparah dengan istri Siswandi atau ibu kandung Merry Utama yang lebih dulu meninggal dunia.

“Selama ini warga tidak mengetahui jika salah satu napi yang akan dieksekusi adalah putrinya pak Siswandi,” kata Gendon, Kamis, 28 Juli 2016.

Dalam kondisi syok dan terserang struk, dikatakan Gendon, Siswandi tidak dapat bekerja. Praktis, untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari, warga yang peduli dengan kesulitan Siswandi membantu ala kadarnya.

Nama Merry Utami masuk dalam salah satu daftar eksekusi mati tahap III yang akan segera dilaksanakan. Mantan TKW itu divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang tahun 2003. Merry Utami terjerat kasus 1,1 kilogram heroin dan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
 
 
Jud