Ada 7 Kepala Sekolah SMA/SMK di Bali Tahun ini Ajukan Pensiun

oleh
Kadispora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ada 7 kepala sekolah SMA/SMK di Bali yang akan pensiun di tahun 2024 ini. Mereka akan digantikan oleh pelaksana tugas (Plt) sebelum diisi ada pengangkatan secara definitif.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa memastikan yang telah mengajukan pensiun ada 7 kepala sekolah.

“Hampir setiap bulan ada yang mengajukan, itu SMA/SMK di seluruh Bali,” kata Boy di kantor Disdikpora Provinsi Bali, Kamis, 7 Maret 2024.

Pengajuan pengunduran diri itu untuk kepala sekolah yang telah memasuki usia pensiun di tahun 2024. Namun, Boy memastikan proses belajar mengajar di sekolah tidak akan terganggu.

Menurutnya, pelaksana tugas akan mengambil peran sementara waktu sampai terisi jabatan kepala sekolah yang baru. Jabatan Pelaksana tugas kepala sekolah akan diisi oleh kepala sekolah terdekat.

“Jabatan Plt ini rangkap tugas yang diisi oleh kepala dari sekolah terdekat, sehingga tidak ada kendala untuk mendukung proses akademis,” ujarnya.

Namun, Boy juga mengungkapkan ada sejumlah kriteria kepala sekolah yang merangkap tugas sebagai Plt. Diantaranya, penilaian terhadap kinerja dan memiliki sertifikat sebagai Guru Penggerak dalam kurikulum Merdeka Belajar.

“Kriterianya banyak, nanti kita akan review kembali sesuai kriteria untuk menentukan pelaksana tugas satuan pendidikan,” jelas Boy Jayawibawa.

Salah satu kepala sekolah yang akan purna tugas di tahun 2024 adalah Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati. Kepala SMA Negeri 5 Denpasar ini akan mengakhiri tugasnya pada November 2024 mendatang.

Selama 3 tahun Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati memimpin SMA Negeri 5 Denpasar. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala sekolah di SMA Negeri 7 Denpasar. (Way)

KORANJURI.com di Google News