6.147 Siswa SMK di Purworejo Siap Ikuti UNBK

    


Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Ketua MKKS SMK Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 6.147 siswa kelas XII SMK se Kabupaten Purworejo, dipastikan sudah siap mengikuti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), yang akan dilaksanakan secara serentak pada hari Senin (16/3) hingga Kamis (19/3).

Hal itu disampaikan Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK Kabupaten Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Jum’at (13/3). Ada empat mata pelajaran yang diujikan dalam UNBK ini, yakni, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan.

“Semua SMK sudah melaksanakan ujian secara mandiri. Pelaksanaannya sendiri terbagi menjadi tiga sesi, dengan jumlah ruang UNBK 95, dan melibatkan 452 pengawas,” jelas Gandung.

Usai menjalani UNBK, siswa juga harus mengikuti ujian sekolah, yang akan dilaksanakan dari tanggal dari Senin (23/3) hingga Senin (30/3). Dalam ujian sekolah ini, semua pelajaran yang diajarkan di sekolah, diujikan. Khusus untuk SMK swasta, ada tambahan materi, yakni, ciri khas muatan masing-masing yayasan.

Usai ujian sekolah, ada uji kompetensi keahlian (ujian praktek) sesuai jurusan masing-masing, yang akan dilaksanakan dari Rabu (1/4) hingga Sabtu (2/5). Dan terakhir, ada ujian praktek sekolah, yang jadwalnya menyesuaikan.

“Di SMK TKM Purworejo, ujian praktek sekolah ini untuk pelajaran Pendidikan Agama, Kewirausahaan, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris,” ungkap Gandung, yang juga Kepala SMK TKM Purworejo ini.

Ujian susulan, kata Gandung, juga ada, bagi peserta yang terpaksa tidak bisa mengikuti ujian utama. Di SMK TKM Purworejo, ujian susulan UNBK dilaksanakan pada Selasa (7/4) dan Rabu (8/4). Untuk ujian susulan ujian sekolah, dilaksanakan dari Selasa (31/3) hingga Jum’at (3/4), dan Senin (6/4).

Dijelaskan pula, bahwa kelulusan siswa, ditentukan oleh sekolah masing-masing. Hal itu, sesuai dengan program dari Kementerian Pendidikan, yakni, Merdeka Belajar.

“Hal itu merupakan sebuah tantangan, karena bagus dan tidaknya mutu sekolah (pendidikan), dinilai dari kita sendiri. Jadi lulus dan tidaknya, tergantung siswa itu sendiri,” kata Gandung.

Masing-masing sekolah, ujar Gandung, memiliki standar kelulusan sendiri-sendiri, meski secara prosedur tetap sama. Di SMK TKM Purworejo, standar kelulusan ini berdasarkan nilai ujian dan nilai pendidikan karakter, yang terdapat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama, Olah Raga, dan Kewarganegaraan.

Dijelaskan lebih jauh oleh Gandung, jumlah SMK se Kabupaten Purworejo negeri dan swasta mencapai 41 sekolah, dengan perincian, 7 SMK negeri dan 34 SMK swasta. Jumlah total semua siswanya mencapai 18.909 siswa.

SMK-SMK ini, terbagi menjadi 6 kelompok, yakni, teknologi industri, teknologi informasi, pariwisata, bisnis manajemen dan pekerjaan sosial, pertanian perikanan dan kelautan, serta kriya, seni dan kesehatan.

“Untuk kompetensi keahliannya, ada 27,” pungkas Gandung. (Jon)