5 dari 103 WNA Taiwan Pelaku Scamming Dipaksa Tinggalkan Wilayah RI

oleh
Sejumlah WNA asal Taiwan yang melakukan aksi scamming dari Bali diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 5 orang dari 103 warga Taiwan yang ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar dikembalikan ke negaranya pada Jumat (28/06/2024).

5 WNA tersebut jadi bagian dari kelompok scammer yang digerebek Imigrasi di sebuah vila di Kecamatan Marga, Tabanan. Mereka yang dideportasi berinisial CKM, LXD, CSJ, JCJ, dan CYH.

“Mereka sempat ditahan sehari di Rudenim Denpasar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Pramella Yunidar Pasaribu.

Menurutnya, kelima WN Taiwan yang telah dideportasi dimasukan dalam daftar penangkalan. Mereka tidak dapat lagi memasuki wilayah Indonesia dan mengulangi perbuatannya.

Sebelumnya, Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian menggerebek sebuah vila yang berada di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Vila tersebut disinyalir digunakan oleh orang asing dalam menjalankan kejahatan siber.

Dalam operasi tertutup yang dilakukan, tim mengamankan ratusan WNA. Operasi pengawasan itu dilaksanakan pada Rabu, 26 Juni 2024 mulai pukul 10.00 WITA. Selanjutnya, pada pukul 14.00 WITA Diperoleh informasi ada aktivitas WNA di vila tersebut.

Dalam penyidikan terungkap 103 warga asing asal Taiwan yang diamankan terlibat dalam kejahatan transnasional. Mereka menjalankan aksinya dari Bali dengan target korban di negara Malaysia.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Safar Muhammad Godam menjelaskan, dalam pemeriksaan yang tertuang dalam BAP menjelaskan bahwa kegiatan para pelaku scamming di Bali itu targetnya orang asing.

“Unsur tindak pidana tidak kami temukan, pidana ekonomi, (yang bisa) untuk kita naikkan dalam penyidikan,” jelas Saffar saat menggelar konferensi pers di Rudenim Denpasar, Jumat, 28 Juni 2024. (Way)

KORANJURI.com di Google News