3 Sesi PTM di SMAN 2 Denpasar Terapkan Prokes Secara Ketat

    


Kepala SMA Negeri 2 Denpasar Ida Bagus Sueta Manuaba - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap membutuhkan pengaturan-pengaturan sesuai kondisi di satuan Pendidikan. Terpenting, tidak keluar dari ketentuan SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

SMA Negeri 2 Denpasar membagi dalam tiga sesi pertemuan untuk penyesuaian jumlah siswa yang dimiliki. Setiap sesi berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan berakhir pukul 15.00 Wita setiap hari.

Kepala SMA Negeri 2 Denpasar Ida Bagus Sueta Manuaba menjelaskan, pembagian sesi dilakukan menurut kelas yakni, kelas XII masuk pagi, kelas XI sesi siang dan kelas X sore.

“Itu kita lakukan agar tidak terjadi penumpukan siswa, mulai dari siswa sampai di sekolah hingga meninggalkan sekolah,” jelas IB Sueta, Kamis, 13 Januari 2022.

Di sisi lain, pihaknya juga memaksimalkan satgas sekolah untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan. Di gerbang utama sekolah, siswa menjalani skrining tes suhu tubuh dan disinfeksi telapak tangan menggunakan hand sanitizer.

Kemudian, siswa menuju kelasnya dan di tiap-tiap ruang kelas terpampang QR code aplikasi PeduliLindungi. Sueta Manuaba menambahkan, pemasangan barcode di tiap kelas untuk menghindari penumpukan saat skrining suhu tubuh.

“Disitulah peran Satgas sekolah untuk selalu mengingatkan penerapan prokes, bahkan untuk kegiatan olahraga pun prokes tetap harus ketat,” jelasnya.

Di samping itu, secara koordinatif sekolah juga wajib menggandeng Satgas Covid-19 di tingkat Kabupaten/Kota dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan prokes.

Secara berkala, Satgas Covid-19 dan lembaga terkait juga senantiasa memantau perkembangan PTM 100 persen ini untuk melakukan evaluasi.

“Evaluasi selama hampir dua pekan ini sudah berjalan dengan baik. Kemarin Satpol PP Provinsi juga melakukan pemantauan, jadi dia sudah melihat kita dan kesannya cukup bagus,” ujar IB Sueta Manuaba. (Way)