XL Axiata Raup Pendapatan Rp 16,9 Trilyun di Periode 9 Bulan Tahun ini

    


Dian Siswarini - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih pertumbuhan pendapatan yang positif di kuartal III tahun ini. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan layanan Data yang meningkat sebesar 6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pendapatan layanan data tersebut menjadi penyumbang terbesar pada total pendapatan layanan saat ini, yakni sebesar 80% atau meningkat dari 71% pada kuartal yang sama tahun lalu. Persentase ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pencapaian secara industri.

Pencapaian ini diperkirakan akan mampu mengatasi dampak negatif dari penurunan layanan legacy SMS dan percakapan secara lebih baik daripada operator lain. Di kuartal III ini pula, EBITDA juga mampu meningkat 9% QoQ dengan marjin naik menjadi 37%, didorong oleh peningkatan pada pendapatan dan efisiensi biaya.

“Strategi transformasi yang kami implementasikan telah membantu membangun bisnis yang lebih kuat, yang tercermin pada kinerja positif hingga saat ini. XL Axiata masih mampu untuk meningkatkan kinerja perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin dinamis. Meskipun semester 1 tahun ini cukup berat, kami tetap mampu meningkatkan pendapatan di kuartal III ini sebesar 6% dibandingkan kuartal sebelumnya,” ungkap Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Menurut Dian, sepanjang kuartal III, tarif layanan data tersesuaikan secara berhati-hati, antara lain dengan cara mengurangi diskon, komisi, dan beberapa elemen yang mempengaruhi tarif lainnya. 

Sampai dengan periode 9 bulan di tahun 2018 ini, total pendapatan sebesar Rp 16,9 triliun. Pencapaian total pendapatan ini relatif sama dengan pencapaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk neraca, tetap kuat dengan utang bersih terhadap EBITDA di 1.5x.

Menurut Dian, pencapaian sepanjang 9 bulan tahun ini merupakan hasil langsung dari proposisi yang kuat atas produk layanan Data melalui strategi dual brand, yang didukung oleh investasi secara berkelanjutan pada jaringan.

Perpaduan kedua hal ini terbukti mampu meningkatkan manfaat dan pengalaman penggunaan layanan data yang lebih baik, serta meningkatkan monetisasi data di pasar. (ari)