Wow! Over Kapasitas Lapas di Bali Mencapai 200 Persen

    


Kepala Kanwilkumham Bali, Maryoto Sumadi - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Provinsi Bali sangat memprihatinkan. Hampir seluruh Lapas yang mengalami over kapasitas mencapai lebih dari 200%.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwilkumham Bali, Maryoto Sumadi saat pemaparan Refleksi Akhir Tahun Kanwil Bali, bertempat di Aula Kanwil Bali, Jum’at, 28 Desember 2018.

“Jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas atau Rutan totalnya seluruh Bali saat ini sebanyak 3.209 orang. Sedangkan kapasitas ideal sebanyak 1.453 orang. Kita mau melakukan inovasi apa kalau sudah seperti ini, perubahan apa yang bisa dilakukan Kalapas dan yang lain kalau kondisinya seperti ini, paling hanya menunggu bom waktu saja,” ungkapnya.

Jumlah WBP tersebut tersebar di 7 Lapas dan 4 rutan yang ada di Bali. Meski dalam kondisi seperti itu, Maryoto mengatakan pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembinaan para WBP.

“Sehingga ditengah kesulitan ini kita berusaha agar mereka itu adem di dalam walaupun suasananya panas,” katanya.

Maryoto juga mengatakan bahwa kondisi ini sudah dilaoprkan ke pusat agar diambil solusi kebijakan untuk menindaklanjutinya.

“Kondisi ini sudah kita laporkan ke pusat, sekarang tinggal tergantung di pusatnya. Bukannya kita mau lempar bola, kita juga tetap terus berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.

Maryoto juga memaparkan realisasi program dan anggaran yang telah dilakukan oleh Kanwilkumham Bali selama tahun 2018 hingga 22 Desember 2018. Selama tahun ini, Maryoto menerangkan, Kanwil Bali mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 159 miliar.

Anggaran tersebut terbagi dalam rincian Anggaran Belanja Pegawai sebesar Rp 90.230.747.000 dengan realisasi Rp 89.563.585.000, Anggaran Belanja Barang Rp 66.539.480.000 realisasinya sebesar Rp 62.544.732.432. Kemudian, Anggaran Belanja Modal sebesar Rp 2.942.870.000 realisasinya sebesar Rp 2.587.343.708.

Realisasi program dan penyerapan anggaran tersebut terbagi ke dalam empat divisi, yakni Divisi Administrasi, Divisi Pelayanan Hukum, Divisi Imigrasi dan Divisi Pemasyarakatan. (*)