Workshop Penerapan Konsep Multiple Intelligence di Sekolah Menengah Pertama

    


Narasumber dalam Workshop Penerapan Konsep Multiple Intelligence di Sekolah Menengah Pertama - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 55 peserta, yang merupakan guru BP/BK SMP se Kabupaten Purworejo, mengikuti Workshop Penerapan Konsep Multiple Intelligence di Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan ini berlangsung di Graha Siola, RM Dargo, Sabtu (3/2/2018).

Workshop, yang merupakan kerjasama antara SMK Kesehatan Purworejo dengan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta ini, menghadirkan pemateri, Caraka Putra Bhakti, M.Pd, Dosen Prodi BP FKIP UAD, Nuryadin, S.Sos, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, dan tim guru BP SMK Kesehatan Purworejo.

Hadir dalam workshop ini, Ketua MGMP BK Kabupaten Purworejo, Sugeng Subagyo, S.Pd, M.Pd, yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa workshop tersebut sangat baik untuk pengembangan kompetensi guru BP/BK. Sugeng berharap, kegiatan workshop bisa diadakan tiap tahun.

Workshop dibuka secara resmi oleh Afandi, S.Pd, yang merupakan perwakilan dari MKKS SMP. Dalam arahannya, Afandi mengatakan, dengan workshop ini, bisa menjadi sarana evaluasi tiap sekolah dalam pelajaran BK. Diharapkan, para guru BK bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi pada siswa.

Workshop Penerapan Konsep Multiple Intelligence di Sekolah Menengah Pertama, di RM Dargo, Sabtu (3/2), yang diikuti para guru BP/BK SMP se Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Workshop Penerapan Konsep Multiple Intelligence di Sekolah Menengah Pertama, di RM Dargo, Sabtu (3/2), yang diikuti para guru BP/BK SMP se Kabupaten Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

Narasumber dari UAD, Caraka, memberikan pemaparan tentang konsep multiple intelligence untuk siswa SMP. Nuryadin sendiri, memberikan pengalaman empirik penerapan metode konsep multiple intelligence di SMK Kesehatan Purworejo. Dan tentang implementasi pemetaan potensi anak di sekolah, dipaparkan oleh tim guru BP SMK Kesehatan Purworejo.

“Worshop ini dilaksanakan selama 30 jam. 6 jam teori, dan sisanya merupakan tugas, riset di lapangan, dengan melakukan pemetaan anak berdasarkan teori multiple intelligence di sekolah masing-masing,” jelas Nuryadin, yang juga ketua panitia pelaksana.

Hasil dari riset tersebut, kata Nuryadin, akan dipresentasikan dalam MGMP BP, yang nantinya data bisa dipakai di MKKS, MGMP BP, juga SMK Kesehatan Purworejo sendiri. Para peserta akan mendapatkan sertifikat, yang bisa digunakan untuk syarat kenaikan pangkat.

“Dengan metode multiple intelligence ini, akan ada pemetaan, dengan menggali potensi para siswa. Jadi nanti bisa diketahui, potensi siswa-siswa SMP di Purworejo itu seperti apa sih,” terang Nuryadin.

Kegiatan workshop, menurut Nuryadin, dalam rangka membangun komunikasi yang bagus pada guru BP se Kabupaten Purworejo. Juga sebagai bentuk dharma bakti pada mereka, karena apapun alasannya, kata Nuryadin, para guru BP ini telah membackup (mengarahkan) para siswanya untuk melanjutkan sekolah di SMK Kesehatan Purworejo.

“Dengan pemetaan potensi anak, akan diketahui bakat dan minat siswa seperti apa. Para guru BP ini bisa memberikan referensi pada mereka, tentang SMK Kesehatan Purworejo, sebagai salah satu pilihan dalam melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA,” kata Nuryadin lebih jauh. (Jon)