Wisatawan Mengeluhkan Minimnya Fasilitas di Pelabuhan Benoa

    


Razia yang dilakukan petugas Polsek Kawasan Perairan Pelabuhan Benoa kepada penumpang kapal - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketiadaan pengamanan dan sarana standar di Pelabuhan Benoa dikeluhkan oleh wisatawan. Kondisi tersebut muncul, terutama ketika sistem pengaturan jadual sandar kapal berbenturan.

Kapolsek Kawasan Perairan Benoa, Kompol I Nyoman Gatra mengatakan, di Pelabuhan Benoa saat ini mulai sering disinggahi kapal pesiar asing. Dalam setahun tercatat lebih dari 100 kapal pesiar singgah di pelabuhan Benoa yang jadi obyek vital nasional itu.

“Banyak kapal, banyak kegiatan dan semakin banyak masalah. Peralatan sekuriti standar ada di dermaga internasional sedangkan dermaga domestik sama sekali tak ada kelengkapan itu,” ujar Kompol I Nyoman Gatra.

Dikatakan Gatra, alat deteksi logam maupun scanner X-Ray mutlak dibutuhkan sebagai deteksi dini di pintu masuk dan keluar pelabuhan. Tapi kelengkapan itu tidak ditemukan di dermaga domestik yang diageni oleh PT Pelni.

Selama ini, dikatakan Gatra, petugas Polsek Kawasan Perairan Benoa, melakukan pemeriksaan barang penumpang secara manual yang hanya mengandalkan naluri dan kejelian pandangan saja.

“Steak holder yang pegang kebijakan kita harapkan segera lakukan perbaikan,’ ujar Gatra.

Selain itu, kondisi pelabuhan yang terkesan kumuh oleh banyaknya aktifitas pembangunan membuat wisman menjadi kurang nyaman. Hal itu, menurut Gatra, disampaikan oleh pihak agent cruise yang menangani wisman pesiar.

“Ini dermaga turn around, bisa naik disitu dan turun disitu. Apalagi trayek ditambah sampai Poso dan Papua. Saya berharap sistem pengamanan dilengkapi dengan mesin,” ujar Gatra.
 
 
Way