Wine Terbaru Dirilis Winery Asal Bali, Penasaran dan Mau Coba?

    


Reditya Candradewi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hatten Wines, perusahaan wines lokal Bali merilis produk baru yang memiliki keunikan tersendiri. Two Islands ‘Sparkling’ Chardonnay merupakan produk wines dengan bahan baku diimport dari Australia.

Anggur Chardonnay menurut Marketing Manager Reditya Candradewi, adalah jenis anggur yang ditanam sebagai bahan baku pembuatan minuman wines.

“Ini jenis White Grape yang bahan bakunya kita impor dari Australia,” jelas Dewi saat launching produk barunya di hadapan para pengelola retail di Bali, Rabu (17/10/2018).

Bahan baku yang didatangkan dari negeri Kangguru itu, diolah secara profesional dengan teknologi tinggi di winery milik Hatten Wines yang berlokasi Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur.

Mulai diproduksi tahun 2017, Two Islands umum dikonsumsi pada acara-acara tertentu seperti new year’s eve atau menjelang natal. Dewi menambahkan, pihaknya membidik pasar wisatawan Australia yang selama ini mendominasi Bali.

Menurut Dewi, Two Islands memiliki cita rasa yang unik seperti munculnya gelembung-gelembung kecil menyerupai karbon. Jika dikonsumsi, ada sensasi menyengat layaknya meminum minuman bersoda.

Sementara, Coorporate Training & Development Manager Hatten Wines, Kertawidyawati menjelaskan, Two Islands ‘Sparkling’ Chardonnay berbeda dengan produk Sampanye. Sekalipun sama-sama mengandung butiran-butiran gelembung.

“Jangan salah sebut, ini bukan champagne tapi sparkling wine,” ujarnya.

Produsen minuman wines asal Bali itu mampu memproduksi 100.000 botol per bulan atau satu juta botol per tahun. Sebagai brand lokal Bali, Hatten Wines mengawali usahanya dengan memproduksi Arak dan Brem Bali di tahun 1968.

Kemudian pada 1994, bisnis mulai berkembang dengan memproduksi Hatten Wines dengan bahan baku dari tanaman anggur yang ditanam oleh petani di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Selama ini, di salah satu wilayah Kabupaten Buleleng terkenal dengan pertanian anggur yang ditanam oleh warga. (Way)