Widiada: Mantra-Kerta Bergerak Sunyi Bidik Pemilih Muda

    


Anak Agung Ngurah Gde Widiada - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pertarungan memperebutkan ‘tahta’ Bali I dan II saat ini tengah berlangsung. Dua pasang kandidat yang berkompetisi menjalankan strategi pemenangannya dengan gaya masing-masing yang diyakini mampu menarik simpati kalangan pemilih.

Kader Partai Nasdem Anak Agung Ngurah Gede Widiada menyatakan, kedua pasang kandidat menjadi putra terbaik Bali yang salah satunya bakal menjadi pemimpin Bali kedepan. Karena itu, menurut tokoh Puri Peguyangan Denpasar ini, siapapun yang akan terpilih sebagai pangarsa atau pemimpin Bali kedepan adalah figur yang terbaik.

“Pemilihan kali ini sangat menentukan perubahan. Pilgub sekarang harus disambut dengan apresiasi tinggi, jangan sampai kultur terpecah, persaudaraan terbelah, hanya karena berbeda pilihan,” ujar AA. Ngurah Widiada, Senin, 26 Maret 2018.

Namun sebagai kader Partai Nasdem, yang terarah mendukung pasangan Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), Widiada menunjukkan komitmennya secara allout untuk memenangkan pasangan tersebut. Dirinya menilai, figur Rai Mantra sudah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan, khususnya di Kota Denpasar.

“Dan sosoknya juga bersih dari catatan publik,” tambahnya.

Dengan berpasangan bersama inkumben Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, visi pembangunan Bali kedepan sudah tergambar dan bakal mampu diwujudkan oleh pasangan Mantra-Kerta. Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali ini menambahkan, dengan menggarap kalangan pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 35 persen, konsep Nawa Candra yang diusung Mantra-Kerta diyakini mampu diterima dan akan menggiring suara generasi muda.

Widiada meyakini ‘gerakan sunyi’ yang dilakukan pasangan Mantra-Kerta bakal mendulang suara signifikan. Widiada juga menyatakan, tidak selamanya kampanye politik harus menunjukkan kekuatan massa. Perubahan pola berkampanye, dikatakan AA Ngurah Widiada, juga dibaca oleh Mantra-Kerta.

“Dipilihlah cara-cara yang lebih elegan namun punya dampak signifikan. Ini menjadi kondisi riil dalam kehidupan masyarakat maju. Karena masyarakat Bali sudah sangat cerdas soal berdemokrasi,” jelas Widiada. (Way)