Waspada, Sales Penjual Barang Palsu Berhasil Perdaya Korbannya Rp 24 Juta

    


NH (37), seorang sales, yang bertempat tinggal di Desa Tambi, Sliyep, Indramayu, Jabar, kini diamankan di Mapolsek Purworejo dengan sejumlah barang bukti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Unit Reskrim Polsek Purworejo, berhasil mengungkap penipuan dengan modus jual beli Carbon Brush palsu merk Makita. Dari kasus ini, polisi berhasil mengamankan NH (37), seorang sales, yang bertempat tinggal di Desa Tambi, Sliyep, Indramayu, Jabar.

Penangkapan terhadap tersangka NH pada Kamis (14/3) lalu di Indramayu itu, berdasarkan laporan Ramli (36), pemilik bengkel las warga jalan Brigjend Katamso, Pangenrejo, Purworejo. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp 24 juta.

“Saat beraksi, pelaku mengaku bernama Andi, seorang sales dari CV Logam Jaya Teknik, Bandung, yang menawarkan produk alat pertukangan, carbon brush merk Makita, batu potong gerinda, dan gergaji besi. Namun korban tak tertarik. Selanjutnya tersangka meninggalkan brosur harga beserta nomer HP,” jelas AKP Markotib, Kapolsek Purworejo, Senin (25/3).

Usai bertemu korban, ujar Markotib, tersangka menghubungi temannya yang bernama Muhammad Nur Karim, untuk menemui korban, berpura-pura membutuhkan seribu set carbon brush merk Makita type CB 51A, untuk kepentingan proyek bandara, dan berani membelinya dengan harga Rp 27 ribu per set.

Guna meyakinkan korban, Muhammad Nur Karim yang kini buron itu, memberikan uang tanda jadi Rp 1,4 juta.

Selanjutnya korban menghubungi tersangka, dan memesan seribu carbon brush merk Makita, dan membayarnya dengan harga Rp 24. 250.000,-, setelah mendapat potongan Rp 750 ribu.

Setelah barang dikirim, baik tersangka maupun Muhammad Nur Karim tak bisa dihubungi. Akhirnya diketahui, kalau carbon brush merk Makita type CB 51A ternyata palsu.

Ternyata, barang tersebut dibeli tersangka dari distributor seharga Rp 2.950,- per set, dan dijual kepada korban seperti harga aslinya, Rp 25 ribu per set.

“Hasil keuntungan dari menipu ini Rp 15 juta, dibagi dua. Masing-masing mendapat Rp 7,5 juta,” jelas Markotib, yang didampingi Kasubbag Humas, Iptu Siti Komariah.

Polisi, kata Markotib, berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain, satu bendel brosur CV Logam Jaya Teknik, seribu set carbon brush, uang tunai Rp 1,4 juta, bukti transfer Rp 24.250.000,-, satu mobil Honda Brio, serta lainnya.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara,” pungkas Markotib, sambil menunjukkan sejumlah bukti. (Jon)