Warga Ungkapkan Simpati dengan Bunga di Polda Bali

    


Puluhan karangan bunga ungkapan simpati dari masyarakat dikirimkan ke Polda Bali atas gugurnya 5 Bhayangkara saat tragedi penyanderaan di Rutan Cabang Salemba, Depok, Jawa Barat - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Karangan bunga ungkapan simpati atas gugurnya 5 anggota polisi berjejer di Markas Polda Bali. Puluhan karangan bunga dikirimkan dari berbagai elemen masyarakat.

Tercatat ada 53 buah karangan bunga dengan berbagai ukuran diletakan dan disandarkan di tembok pembatas. Dari deretan karangan bunga itu, ada karangan bunga dengan pengirimnya tertulis jelas dari Ketua DPRD Kabupaten Badung, Dr. Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M.

Sedangkan dari Santrian Group mengirim karangan bunga berisi tulisan ‘Untuk Polda Bali dan Polri, Tiada Ruang untuk Terorisme di Dunia Ini’.

Komandan Regu I Penjagaan Yanma Polda Bali, Aiptu Nyoman Sulendra mengatakan, puluhan karangan bunga itu datang saat dirinya sedang piket siang. Tidak hanya karangan bunga, petugas yang berjaga di pintu masuk Mapolda Bali juga mendapat tiga bunga mawar merah dari seorang ibu yang hendak melaksanakan sholat di Masjid. Bunga itu menjadi dukungan kepada Polri untuk menjaga NKRI dari serangan para teroris.

“Mulai pukul 10.00 Wita, sejumlah karangan bunga terus berdatangan. Kemudian kita terima dan kita laporkan kepada pimpinan. Pengirimnya tidak hanya dari instansi pemerintah, tapi ada dari kelompok masyarakat dan individu,” kata Aiptu Nyoman Sulendra.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, Polda Bali tidak pernah meminta apalagi mengerahkan masyarakat atau kelompok untuk memberikan karangan bunga ke Polda Bali.

Karangan bunga ini merupakan sebuah dukungan dari masyarakat Bali kepada Polri khususnya Polda Bali agar menindak tegas para teroris dan kaum radikal yang ada di Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan kepada Polri. Mari bersama-sama melawan terorisme dengan cara memberi informasi sekecil apapun terkait orang mencurigakan yang diduga teroris,” harapnya.

Menurut Kabid Humas, peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu membuat jajaran korps baju coklat berduka karena kehilangan 5 Bhayangkara terbaiknya.

Rasa duka itu pun diwujudkan dengan cara menaikkan bendera merah putih setengah tiang di seluruh kantor polisi di Indonesia.

“Kejadian itu juga membuat masyarakat bersimpati kepada para korban,” jelas Kombes Pol. Hengky Widjaja, Sabtu, 12 Mei 2018.

Hengky menambahkan, untuk mengantisipasi situasi pasca serangan para narapidana teroris, jajaran Polda Bali dinyatakan status siaga 1. Aparat kepolisian meningkatkan pengamanan Mako mulai dari tingkat Pospol, Polsek, Polres hingga Polda.

“Segala bentuk gangguan, hambatan dan ancaman yang mungkin terjadi agar ditangani dengan menggunakan diskresi kepolisian,” ujar Hengky. (*)