Warga Solo Gelar Kenduri Nusantara Doakan Negeri

    


Kenduri anak negeri diadakan di Kota Solo pada Minggu, 3 Maret 2019. Kegiatan itu sebagai bentuk keprihatinan atas sikap sosial masyarakat yang seperti terbagi dalam dua kubu yang saling berlawanan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kenduri anak negeri diadakan di Kota Solo pada Minggu, 3 Maret 2019. Kegiatan itu sebagai bentuk keprihatinan atas sikap sosial masyarakat yang seperti terbagi dalam dua kubu yang saling berlawanan.

Kenduri Nusantara merupakan inisiatif warga Kota Solo yang melihat situasi perbedaan pendapat yang semakin hari semakin tidak sehat. Perbedaan pilihan tergiring menjadi menyebarnya saling curiga, amarah, dan bahkan tindakan yang merusak tali silaturahmi dan kekeluargaan.

Persaudaraan serta persahabatan seketika rusak parah oleh sikap-sikap pengelompokan. Pemilihan presiden yang prosesinya berlangsung selama 6 bulan begitu menguras energi masyarakat.

Kegiatan itu mengambil tema ‘Kenduri Nusantara Doa Anak Negeri’ dengan subtema ‘untuk umbul donga’ memanjatkan doa bersama demi keselamatan negeri. Kegiatan berlangsung di Benteng Vastenburg Surakarta mulai pukul 07.00 Wita hingga 10.00 Wita.

Kenduri merupakan sebuah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama, sekaligus melakukan kontrol sosial atas penyimpangan dari cita-cita tersebut.

Umbul donga dengan memanjatkan doa bersama secara lintas iman untuk keselamatan negeri dilakukan oleh warga solo bersama dengan ulama rakyat, salah satunya Gus Muwafiq.

Bhinneka Tunggal Ika menjadi sebuah simbol jika negara kita memiliki sejarah yang dibangun oleh beragam budaya, beragam suku bangsa, dan beragam agama serta kepercayaan yang dianutnya.

“Ini acara yang sangat penting dalam menjaga kerukunan seluruh elemen nusantara. Acara tidak menggunakan atribut partai dan parpol. Apresiasi luar biasa, inilah Indonesia,” jelas Kusuma Putra seorang tokoh masyarakat.

Karena itulah dibutuhkan kesadaran untuk kembali ke akarnya bahwa kita memiliki bangsa yang kaya warisan budaya. Inilah saatnya kembali merawat NKRI menjaga Indonesia yang menjadi tanggung jawab semua pihak sebagai anak bangsa.

Dari kegiatan yang dilakukan, masyarakat Solo berharap warga di wilayah lain seantero negeri, bisa melakukan hal yang sama dengan cara dan bentuk sesuai dengan tradisi dan kepercayaan/keyakinan masing-masing. (*)