Warga Ketangi Minta Penangguhan Penahanan Kadesnya

    


Perwakilan warga Ketangi saat menyampaikan aspirasinya, meminta penangguhan penahanan terhadap Kades Ambyah Panggung Sutanto, Rabu (19/9) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Setelah resmi dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi atas pengelolaan keuangan desa, Kades Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Ambyah Panggung Sutanto (48), langsung menjalani penahanan di Mapolres Purworejo, usai menjalani pemeriksaan, Senin (17/9) lalu.

Pada Rabu (19/9) siang, puluhan warga Ketangi mendatangi Mapolres Purworejo. Kedatangan mereka diterima KBO Satreskrim Polres Purworejo, Iptu Purwanto, dengan didampingi pengacara tersangka, Sri Handono, SH dan Yunus, SH, dari LBH Adil.

“Melalui perwakilannya, warga minta penangguhan penahanan atas Kades Ketangi, Ambyah Panggung Sutanto,” jelas Yunus, Rabu (19/9) di Mapolres Purworejo.

Alasan warga, kata Yunus, setelah menjalani penahanan, pemerintahan Desa Ketangi yang tanpa kepala desa, menjadi kosong. Roda pemerintahan di desa terganggu. Dan warga, masih membutuhkan kepala desanya.

Penangguhan penahanan, ungkap Yunus, juga disampaikan istri dari tersangka, dengan alasan, tersangka masih memiliki keluarga yang butuh nafkah, dan anak balita yang masih butuh kasih sayang ayahnya.

“Sebagai jaminan atas penangguhan penahanan ini, istri tersangka siap menjadi jaminan. Dan jika masih dianggap kurang, warga juga siap menjadi jaminannya,” terang Yunus.

Warga berharap, permintaan penangguhan penahanan ini bisa disetujui pihak kepolisian, dengan alasan untuk kepentingan masyarakat.

Terkait perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi atas pengelolaan keuangan desa Ketangi ini, Kapolres Purworejo, AKBP Teguh Tri Prasetya menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, terjadi kerugian negara sebesar Rp 522 juta. (Jon)