Warga Keluhkan Jalan Rusak Akibat Galian C

    


Jalan kabupaten sepanjang 2 km di Desa Somorejo-Krendetan yang rusak akibat aktifitas kendaraan pengangkut material penambangan CV Gunung Mulia - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah warga Desa Somorejo dan Krendetan, Kecamatan Bagelen, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, akibat sering dilalui kendaraan bermuatan material milik CV Gunung Mulia.

Kendaraan dump truk tersebut setiap hari beraktifitas, mengangkut material hasil penambangan, dari lokasi penambangan di Desa Somorejo menuju penampungan. Dalam sehari, puluhan kali kendaraan tersebut berlalulalang.

Karena seringnya dilalui kendaraan sarat muatan tersebut, menjadikan jalan kabupaten yang melintasi dua desa sepanjang kurang lebih 2 km tersebut rusak parah.

“Jalannya rusak, bergelombang dan banyak lubang disana sini karena tak kuat menahan beban kendaraan,” ujar Ngadiran (66), warga RT.1 RW.3, Desa Somorejo.

Kata Ngadiran, dampak dari aktifitas penambangan sudah mulai dirasakan warga sejak 6 bulan silam, atau satu bulan dari dimulainya penambangan yang dilakukan CV Gunung Mulia.

Pada musim panas, jelas Ngadiran, dari aktifitas tersebut mengakibatkan debu dan polusi. Kondisi makin parah dirasakan, saat musim penghujan tiba. Jalan menjadi becek dan banyak kubangan berlumpur.

“Sudah banyak warga yang jadi korban akibat jalan rusak ini,” ungkap Ngadiran, salah satu tokoh masyarakat Somorejo ini, Senin (7/11).

Keberadaan jalan tersebut, kata Ngadiran, sangat vital bagi warga Somorejo dan Krendetan. Setiap hari, warga kedua desa beraktifitas dengan melintasi jalan itu. Dengan kondisi jalan yang rusak saat ini, menjadikan aktifitas warga terganggu.

Ngadiran dan warga lainnya tak mempersoalkan adanya penambangan galian c tersebut, karena sudah ada ijinnya. Hanya saja, dengan kondisi jalan yang rusak tersebut, CV Gunung Mulia harus bertanggungjawab.
 
 
Jon