Warga di Desa ini Peringati Maulid Nabi dengan Atraksi Seni Tradisional

    


Arak-arakan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di masjid Miftahul Huda, Desa Jono, Bayan, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Belasan kuda jingkrak yang membawa para santri, tampak berjalan beriringan, dengan diiringi para pengiring yang membawa gagar mayang. Kesenian cepetan, kencrengan, angklung, yang ikut dalam barisan para santri, membuat acara makin meriah.

Ribuan warga tampak antusias menikmati arak-arakan di sepanjang rute, dengan jarak tempuh kurang lebih 7 km. Warga saling berebut gagar mayang, membuat acara makin meriah. Atraksi kesenian itu diikuti 16 peserta.

Yang menjadi daya tarik dari arak-arakan, ketika kuda jingkrak yang dinaiki para santri beraksi, dengan posisi kaki depan naik ke atas dan bergerak atau memutar. Aksi ini ditunjukkan di pusat kerumunan penonton, seperti di pertigaan maupun perempatan.

“Jarang ada acara seperti ini. Kebetulan pas liburan, kita menyempatkan diri untuk pulang kampung melihatnya,” ujar Agus, salah satu penonton dari Grabag, yang selama ini tinggal di Semarang.

Usai arak-arakan, para santri menuju masjid, yang dilanjutkan dengan acara Khotmil Qur’ an, yang dibacakan para santri secara bergantian.

Sebagai puncak dari peringatan maulid nabi ini, menurut Sukirno, ketua panitia, diisi dengan pengajian oleh Ustad Mujiburrohman. (Jon)