Warga Binaan Rutan Purworejo Ikuti Sosialisasi Penyuluhan Hukum Tata Tertib Berlalulintas

    


Para warga binaan Rutan Kelas IIB Purworejo, mengikuti kegiatan sosialisasi tentang hukum tata tertib berlalulintas, Jum'at (11/1), di aula setempat. Kegiatan ini merupakan kerjasama Rutan Purworejo dengan Satlantas Polres Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Para warga binaan Rutan Kelas IIB Purworejo, mengikuti kegiatan sosialisasi tentang hukum tata tertib berlalulintas, Jum’at (11/1), di aula setempat. Kegiatan ini merupakan kerjasama Rutan Purworejo dengan Satlantas Polres Purworejo.

Mereka, para warga binaan dan tahanan, tampak serius mendengarkan penjelasan Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, dan materi sosialisasi, yang disampaikan Kanit Dikyasa, Ipda Wulan Puji. Untuk pemahaman para peserta, ada pemutaran video dan segmen tanya jawab.

“Disini, kita memberikan sosialisasi tentang ketertiban berkendaraan berkeselamatan, khususnya pada para napi dan tahanan,” jelas Nyi Ayu, di sela-sela kegiatan

Materi yang disampaikan, kata Nyi Ayu, terkait bagaimana berkendara yang aman, perundang-undangan keselamatan berlalu lintas, serta safety riding, yang dilengkapi dengan video dan contoh-contoh.

Para peserta, ujar Nyi Ayu, menerima sedikit informasi terkait keselamatan berkendara, dan tertib berlalulintas. Dengan bekal ini, setelah bebas nanti, mereka bisa menularkan pengetahuannya ini kepada keluarga dan saudara-saudaranya.

Sosialisasi semacam ini, menurut Nyi Ayu, sangat diperlukan, untuk menekan angka kecelakaan. Meski dua tahun belakangan ini angka fatalitas korban kecelakaan juga menurun, namun tindakan preventif terus dilakukan.

“Tidak hanya di sekolah, atau masyarakat yang terorganisir. Tapi juga di Rutan Purworejo ini,” ungkap Nyi Ayu.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman Agung Widodo, selaku Kepala Rutan Purworejo, mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Satlantas Polres Purworejo, yang telah memberikan pemahaman akan pentingnya keselamatan berlalulintas.

Harapannya, ujar Lukman, setelah mereka bebas nanti, tidak ada pelanggaran lagi, khususnya di bidang laluintas.

“Salah satu indikator keberhasilan pembinaan itu, meningkatnya kesadaran hukum. Dan ini yang kita lakukan, tentunya tidak hanya di bidang lalulintas saja, tapi juga bidang lainnya,” pungkas Lukman. (Jon)