Wardah Kembali Gelar Kompetisi Fashion Desainer Muda

    


Sosialisasi Wardah Inspiring Young Designer Competition (WIYDC) kepada mahasiswa ISI Denpasar prodi desain fashion di gedung Citta Kelangen, Kamis, 18 Juli 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wardah brand kosmetik Indonesia tidak hanya fokus pada produk dekoratif atau makeup saja. Produsen kosmetik itu juga mengemas berbagai macam kegiatan seperti Wardah Inspiring Young Designer Competition (WIYDC).

Tahun ini sudah keempat kalinya WIYDC diadakan. Public Relation Wardah Dessy atau akrab disapa Eci menjelaskan, tahun ini ada perbedaan dalam gelar kompetisi desainer itu.

Tahun sebelumnya, event yang diadakan bernama Wardah Fashion Award. Namun menurut Eci, untuk lebih mempertegas makna dari event kompetisi itu, maka namanya berubah menjadi Wardah Inspiring Young Designer Competition.

“Saat ini kita melakukan sosialisasi di kampus ISI Denpasar untuk para mahasiswa yang mengambil jurusan desainer. Kami berharap banyak dari calon desainer-desainer muda ini jadi peserta,” jelas Eci di Kampus ISI Denpasar, Kamis, 18 Juli 2019.

Para pemenang yang lolos dalam kompetisi itu akan diikutkan dalam ajang bergengsi di Jakarta Fashion Week. Eci menambahkan target kompetisi itu untuk memberikan reward kepada peserta yang merupakan para desainer pemula dengan penambahan menimba pengalaman di panggung berskala nasional.

“Kita juga memberikan reward untuk peserta tahun lalu agar bisa tampil juga di panggung fashion week,” tambah Eci.

Puluhan mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar dari program studi desain fashion mengikuti sosialisasi WIYDC di Gedung Citta Kelangen Kampus ISI Denpasar, Kamis, 18 Juli 2019.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh salah satu juri WIYDC Barli Asmara dan Desainer asal Bali Cok Abi. Menurutnya, Wardah menjadi jembatan yang menghubungkan banyak event, termasuk fashion dan musik.

Provinsi Bali, menurut Barli, menjadi limpahan karya-karya para desainer internasional. Dengan demikian, ia merasa banyak potensi yang dapat digali dari Bali terutama dari kalangan calon desainer profesional.

“Sudah sejak lama, Bali menjadi singgahan dan tempat berkumpulnya ekspatriat. Disitu, karya rancang desainer Internasional juga cukup banyak. Jadi saya rasa, Bali memiliki potensi itu,” ujar Barli.

Dalam konteks Coorporate Sosial Responsible (CSR), dikatakan Barli, Wardah memberikan edukasi dan menyiapkan generasi-generasi baru yang nantinya secara profesional berkecimpung di dunia desain fashion.

“Bisa dibilang Wardah membuat link-in untuk generasi baru ini kepada pihak-pihak eksternal yang memiliki exposure besar,” tambahnya demikian.

Sosialisasi dan seleksi peserta WIYDC dilakukan secara Roadshow di beberapa kota besar di tanah air. Peserta yang lolos akan berkompetisi di tingkat nasional dengan puncak pelaksanaan di bulan September mendatang. (Way)