Wakil Bupati Jembrana Minta Maaf Terkait Insiden Tari Erotis

    


I Made Kembang Hartawan/fb.humas_jembrana

KORANJURI.COM – Sajian tarian erotis yang sempat menjadi insiden di ajang pameran mobil event Jembrana Festival akhirnya bermuara ke ranah hukum. Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang juga ketua panitia Jembrana Festival, melaporkan panitia pelaksana acara tersebut ke kepolisian.

Kembang Hartawan mengaku telah mengingatkan panitia acara hiburan terkait materi yang disajikan.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah maupun masyarakat Jembrana, kami merasa tidak digubris. Karena jauh sebelum acara dimulai, kita sudah ingatkan lewat sekretaris panitia sudah menyampaikan bahkan sampai ke hal teknis mulai dari berpakaian,” ucap Made Kembang Hartawan meminta maaf.

Setelah video tarian vulgar itu diunggah di media sosial, tak butuh waktu lama langsung menjadi sebuah viral. Hujatan pun mengalir oleh para netizen lantaran tarian erotis seperti itu tak pantas dijadikan hiburan pada saat masyarakat tengah merayakan HUT RI dan Hari Ulang Tahun ke-121 kota Negara.

Sementara, Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo mengatakan pihaknya telah bertindak sigap dengan menghentikan acara berbau pornoaksi itu yang dipertontonkan kepada khalayak umum. Djoni juga menegaskan pihaknya akan memproses secara hukum orang yang bertanggungjawab atas adanya tarian vulgar itu.

“Kami segera menghentikan kegiatan itu karena memang sangat tidak layak. Panitia acara dan penarinya tengah kita periksa,” ujar Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo.

Melalui akun facebook Humas Pemkab Jembrana telah meminta maaf atas kejadian yang memalukan itu. Permintaan maaf itu diposting pada Minggu 21 Agustus pukul 23.14 yang tertulis, ‘Terkait peristiwa tidak etis yang terjadi dalam acara kontes mobil modifikasi di Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana pada Minggu sore, kami sangat menyesalkan hal itu terjadi. Sebelumnya pihak panitia pelaksana sudah diberitahukan batasan dan larangan yg wajib dipenuhi pelaksana. Namun larangan tersebut diabaikan, hingga terjadi perstiwa itu. Kami mohon maaf kepada masyarakat Jembrana, atas peristiwa yg terjadi itu. Kini persoalan tersebut diserahkan ke pihak kepolisian’.
 
 
Way