Wagub Buka Akses 24 Jam Jika Ada Pelanggaran Prokes di Industri Wisata

    


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati membuka kesempatan masyarakat menghubunginya 24 jam penuh, jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan oleh industri pariwisata.

Cok Ace mengatakan, sebelumnya ia mendengar informasi ada salah satu industri pariwisata yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

“Bagi yang merugikan semua, jangan cuek terhadap kegiatan yang melanggar protokol, jangan ragu, telpon saya. saya akan segera mengambil tindakan. Karena ini akan menyangkut semua nama baik kita di Bali,” kata Cok Ace di Kuta, Bali, Jumat, 23 Oktober 2020.

Tokoh pariwisata Bali ini menambahkan, mengurangi resiko penularan covid-19 tidak bisa hanya dilakukan pemerintah dan aparat. Namun, masyarakat juga harus terlibat dalam pendisiplinan protokol kesehatan.

“Jadi akan percuma usaha teman-teman semua yang telah taat mengikuti protokol kesehatan. Kalau ada masyarakat menemukan kegiatan pelanggaran, WA saya setiap saat, Satpol PP siap mendukung 24 jam,” ujarnya.

Pandemi covid-19 yang telah memasuki bulan kedelapan, kata Cok Ace, sudah menyentuh pada persoalan ekonomi. Kondisi itu, akan terkait langsung dengan masalah keamanan. Hanya saja, menurut Wagub, masyarakat Bali masih cukup kuat menghadapi tekanan ekonomi yang menurun.

Astungkara Bali masih kuat dalam kondisi terpuruk, mudah-mudahan angka kriminalitas tidak meningkat. Artinya, masyarakat kita masih bisa menahan diri,” kata Cok Ace.

Sementara, perkembangan covid-19 di Bali pada Jumat, 23 Oktober 202, tercatat kasus baru corona sebanyak 78 orang melalui transmisi lokal. Kesembuhan tercatat 78 orang, dan meninggal dunia 6 orang.

Secara kumulatif, jumlah kasus terinfeksi covid-19 di Bali sebanyak 11.203 orang, kesembuhan 10.055 orang (89,75%), dan angka meninggal dunia 361 orang (3,22%).

Sedangkan kasus aktif per hari, Jumat (23/10/2020) sebanyak 787 orang (7,02%). Mereka dirawat di 17 RS rujukan dan tempat karantina yang tersebar di seluruh Bali. (Way)