Wagub: Bali Punya Potensi Besar di Industri Kreatif

    


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menjadi narasumber acara Web Seminar (Webinar) Institut Pariwisata Bali (IPB) Internasional dalam Webinar Series 4 'World Tourism Day 2020' yang bertajuk New Era Tourism Order, yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (3/10/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat, industri kreatif memberikan kontribusi sekitar Rp 989 triliun pada PDB nasional 2017 atau sekitar 7,28 persen.

Kontribusi sektor ini terus meningkat dengan pertumbuhan 5,07 persen di tahun 2017. Selain itu, industri kreatif menyediakan 17,7 juta lapangan kerja atau sekitar 14,61 persen dari angka penyerapan tenaga kerja nasional.

Pekerja industri kreatif rata-rata menerima gaji Rp 2,23 juta.

“Melihat potensi yang luar biasa ini, saya sangat berharap Bali bisa menjadi yang terdepan di Indonesia dalam mengembangkan industri kreatif,” kata Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Secara nasional, jumlah subsektor industri kreatif tertinggi adalah kuliner (41,47%), fashion (17,68%) dan kerajinan (14,99%). Bali memiliki peluang yang menjanjikan untuk mengembangkan kuliner, fashion, seni rupa, dan seni pertunjukan.

Cok Ace mencontohkan, Ubud pernah mendapatkan penghargaan dari UNWTO sebagai Global Gastronomy Destination di tahun 2019. Selain terkenal dengan mahakarya seninya seperti lukisan dan tari tradisional, Ubud juga memiliki potensi kuliner lokal.

“Bali kaya akan seni dan budaya. Hal ini menjadikan Bali memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif,” kata Cok Ace.

Industri kreatif menjadi salah satu sektor yang sedang berkembang di Indonesia. Hanya, kata Cok Ace, pandemi covid-19 menyebabkan penurunan konsumsi dan produksi. Hal ini berdampak negatif pada 98 persen pekerja industri kreatif.

Cok Ace mengatakan, Pemprov Bali berkomitmen mendukung langkah yang diperlukan untuk pemulihan perekonomian Bali, termasuk sektor industri kreatif.

Secara umum, Pemerintah Provinsi Bali melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah menyiapkan sejumlah program dan bantuan yang ditujukan untuk masyarakat yang paling terdampak saat pandemi.

Program ini dibagi menjadi dua bagian; Perlindungan Sosial dan Perlindungan Bisnis. Dalam Perlindungan Sosial, Program PEN memberikan beberapa bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang paling rentan.

Bantuan tersebut diantaranya, program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Langsung, Bantuan Tunai Sosial, Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa, Program Kartu Pra Kerja, Bantuan Langsung Tunai untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Subsidi Upah.

“Ini adalah masalah penting yang perlu kita pertimbangkan mulai sekarang. Berbicara tentang pemberdayaan industri kreatif, saya ingin menyoroti 4 aspek penting yakni, Refulation Support, Human Resource Improvement, Capital Support, dan Market Accessibility Support,” jelasnya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menjadi narasumber acara Web Seminar (Webinar) Institut Pariwisata Bali (IPB) Internasional dalam Webinar Series 4 ‘World Tourism Day 2020’ yang bertajuk New Era Tourism Order, yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (3/10/2020).

Webinar itu menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Fod and Travel Influencer Andre Wijaya Binarto, dan Indonesia Leading Travel Writer ‘The Naked Travel’ Trinity Traveler.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Minus

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2020 minus (1,14)%. Sedangkan triwulan II tahun 2020 perekonomian Bali menurun lebih dalam hingga minus (10,98)%.

Pertumbuhan yang lambat ini disebabkan oleh penurunan tajam pendapatan dari sektor utama Bali yakni, pariwisata. Jumlah wisatawan mancanegara di Bali telah menurun sejak awal pandemi hingga 99,97 persen pada Mei 2020.

Bali mengalami kerugian sekitar Rp 9,7 triliun setiap bulan dari sektor pariwisata saja. Data Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, per 25 Mei 2020, sebanyak 71.313 tenaga kerja sektor formal di-PHK dan 2.570 orang kehilangan pekerjaan. (Way)